Sejarah dan Janji Arung Palakka Dibalik Situs Cempalagi
- 03 Jan 2026 16:27 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Situs Budaya Cempalagi merupakan kawasan bersejarah dan wisata di Bone. Kawasan yang terkenal dengan Situs Assingkerukengnge, Attuddukengnge dan Sumur Jodohnya itu terletak di Desa Cempalagi, Kecamatan Awangpone.
Situs ini menawarkan perpaduan wisata bahari, sejarah, dan budaya. Dibalik keindahan alamnya tersimpan cerita tentang Raja Bone ke XV, La Tenritatta Arung Palakka Petta Malampe’e Gemmena.
Sebelum berangkat ke Buton pada Tahun 1660-1663, Arung Palakka membuat singkeru (simpul) di dalam gua sebagai ikrar dan janji untuk membebaskan rakyat Bone dari belenggu Kerajaan Gowa-Tallo. Dari gua itu, Arung Palakka turun ke pesisir batu Cempalagi dan menghentakkan kakinya (mattuddu) sembari bersumpah akan membawa kemenangan untuk rakyatnya.
Pengelola situs Cempalagi mengatakan dalam tradisi lisan Masyarakat Bone, gua yang dinamai Gua Janji itu, diyakini sebagai tempat perenungan Arung Palakka pada masa-masa genting perjuangannya. Di ruang sunyi itulah Arung Palaka bertapa dan kontemplasi batin mohon petunjuk sang pencipta sebelum mengambil keputusan besar bagi nasib rakyat dan tanah Bugis.
Salah seorang pengunjung, Amal mengatakan menurut kisahnya, gua janji tidak hanya dimaknai sebagai ruang fisik tetapi juga simbol laku spiritual seorang pemimpin yang menyandarkan kekuatan pada keseimbangan antara keberanian, kebijaksanaan dan restu Ilahi. “Ini sejalan dengan ajaran pangadereng yang menempatkan etika kejujuran dan tanggung jawab sebagai fondasi kepemimpinan”, jelas Amal kepada rri.co.id, Sabtu (3/1/2026).
Pengunjung lainnya, Afdhal menyayangkan cagar budaya Bone tersebut masih minim pengelolaannya. “Padahal kawasan ini bisa lebih berkembang lagi bila dikelola secara maksimal, sekaligus juga sebagai upaya promosi pariwisata dan sejarah Bone”, ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....