ASDP: Website Jadi Alternatif Akses Pembelian E-Ticketing

  • 25 Sep 2025 15:14 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: E-ticketing adalah salah satu giat transformasi yang dilakukan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) yang bertujuan untuk memberikan peningkatan layanan. Sebelumnya, pembelian tiket harus dilakukan penumpang secara tunai di loket dengan datang langsung ke pelabuhan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu mengatakan dengan adanya digitalisasi tiket ini, maka pengguna jasa bisa melakukan pembelian tiket kapal penyeberangan dimanapun dan kapanpun. “Program digitalisasi ini sudah berjalan lama di ASDP, sebenarnya sudah dimulai sejak 2008. Akhir 2008 baru sedikit ada perubahan yang diawali dengan RFID”, jelas Anom dalam Dialog RRI, Selasa (23/9/2025).

Anom mengungkapkan ada dua sistem yang dapat memberikan fasilitas pembelian tiket secara online, yakni melalui aplikasi Ferizy dan website. Namun, untuk lintasan Bajoe-Kolaka, pembelian hanya dapat diakses melalui website (ferizy.trip).

“Dari situ kita mulai registrasi, kemudian memesan jadwalnya kapan, pemberangkatannya kapan, selanjutnya melakukan pembayaran. Tujuannya sebenarnya ingin meningkatkan pelayanan dan dari aspek keamanan, pengguna jasa bisa mengisi datanya sendiri karena manifest itu sangat penting untuk kita terus jaga dan tingkatkan apalagi di industri penyeberangan”, pungkasnya.

Dikatakan Anom, hingga saat ini baru ada beberapa cabang utama yang sudah memberlakukan pembelian tiket melalui Ferizy, diantaranya cabang Merak-Bakaheuni & Ketapang-Gilimanuk. Adapun tantangan utama penggunaan aplikasi Ferizy masih terbatas, dikarenakan infrastruktur di semua cabang belum memadai untuk mendorong diberlakukannya aplikasi itu.

Selain itu, kondisi pelabuhan yang ditinjau dari jumlah penumpang dan karakteristik masyarakatnya juga turut berpengaruh terhadap akses Ferizy. “Ferizy ini punya perbedaan fitur dan aturan. Misalnya, berlaku zonasi. Jadi hanya di wilayah yang berjarak 5 km yang dapat membeli tiket, tujuannya agar bisa mengurangi tingkat kemacetan di pelabuhan”, tuturnya.

Meski demikian, Anom menuturkan pihaknya tetap harus memfasilitasi masyarakat di pelabuhan lainnya untuk bisa melakukan pembelian tiket online selain di aplikasi itu. Dengan tetap mengusung visi yang sesuai dengan rencana digitalisasi yang ingin dioptimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....