Kades Bonto Buka Suara Terkait Video Viralnya di Medsos
- 09 Jul 2025 00:45 WIB
- Bone
KBRN, Sinjai: Kepala Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sudirman menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial. Dalam video yang diunggah sejumlah akun anonim di Instagram, Sudirman tampak mengendarai sepeda motor trail melintasi lokasi kerja bakti yang sedang dilakukan warga.
Tak hanya itu, Sudirman juga tampak masuk ke dalam masjid dalam kondisi masih mengenakan sepatu dan pakaian dinas. Aksinya ini menuai beragam komentar dari warganet yang menilai tindakannya kurang pantas dan dianggap angkuh.
Menanggapi hal tersebut, Sudirman memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat dirinya hendak melaksanakan salat Idul Adha 2025 di Masjid Miftahul Jannah, Desa Bonto.
Menurutnya, saat itu masjid sedang dalam tahap renovasi, khususnya pemasangan tegel. “Sebelumnya saya bantu angkat tegel di teras masjid. Saat hendak pulang ke kantor desa, saya diminta melihat posisi pemasangan tegel di bagian dalam. Karena lantai masih kotor dan belum selesai, saya tak sempat melepas sepatu,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).
Terkait video dirinya mengendarai motor saat warga bekerja bakti, Sudirman mengatakan hal itu terjadi di jalan poros Desa Bonto-Pattongko pekan lalu. Ia membantah tudingan bersikap tidak peduli, dan menyebut dirinya justru memimpin langsung kegiatan tersebut.
“Saya memang pimpin kerja bakti itu. Motor saya ada di bawah, warga minta saya naikkan sebelum pengecoran jalan dimulai,” katanya.
Sudirman juga menyebut video tersebut direkam menggunakan handphonenya sendiri sebagai bagian dari dokumentasi pribadi. Ia menyebut dokumentasi tersebut penting agar pemerintah daerah mengetahui kondisi jalan yang rusak dan membutuhkan perhatian.
“Jalan itu statusnya jalan kabupaten, tapi tidak ada anggaran perbaikannya karena efisiensi makanya saya ajak warga untuk kerjakan secara swadaya," tambahnya.
Sebagai penutup, Sudirman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. “Dengan besar hati saya minta maaf. Tidak ada maksud untuk tidak menghargai warga,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....