Harga Tomat di Bone Melonjak, Naik Jelang Nataru
- 27 Des 2024 17:10 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Harga komoditas pangan di Kabupaten Bone mengalami lonjakan signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Cuaca buruk yang melanda Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir menjadi penyebab utama terganggunya pasokan.
Di pasar tradisional seperti Pasar Sentral Palakka dan Pasar Sentral Lama, harga tomat kini mencapai Rp20.000 per kilogram, naik tajam dari sebelumnya Rp8.000. Santi, seorang pedagang di Pasar Palakka, mengungkapkan bahwa penurunan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga yang drastis.
“Kami sulit mendapatkan stok tomat dari pemasok. Kalaupun ada, harganya sudah tinggi sejak awal,” ujar Santi.
Hal serupa disampaikan Fikri, pedagang di Pasar Sentral Lama, yang menyebut banyak pasokan tomat yang datang dalam kondisi tidak layak jual.
“itu Tomat yang kudapat dari pemasok kondisinya kurang bagus. Stok juga kurang sekali karna musim hujan, intinya kalau musim hujan pasti susahki dapat ,” ungkap Fikri.
“Saya dapat tomat dari suplier dengan harga yang sudah mahal. Jadi, saya harus menjual Rp15.000 supaya tetap ada keuntungan, tapi itu pun kalau adaji stoknya,” jelas Fikri.
Selain tomat, beberapa bahan pokok lain juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit kini Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000, cabai keriting Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000, dan cabai besar Rp25.000 per kilogram dari sebelumnya Rp20.000.
Kondisi ini menambah tekanan bagi masyarakat yang menghadapi lonjakan kebutuhan rumah tangga jelang pergantian tahun. Pedagang berharap cuaca segera membaik agar pasokan dan harga kembali stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....