Tanaman Kakao Dinilai Dapat Mengurangi Emisi Karbon

  • 09 Okt 2024 13:00 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Balai Penyuluh Pertanian Kec. Lamuru menilai kembali ke budidaya tanaman kakao bisa menjadi cara untuk mengurangi emisi karbon. Tanaman kakao bukan tanaman sekali tanam sekali panen akan tetapi tanaman yang bisa bertahan berpuluh tahun.

Dengan karasteristik tanaman kakao yang mampu bertahan lama, pohon yang tinggi dan daun lebat serta jenis akar tunggang berbentuk kerucut panjang yang tumbuh ke bawah dapat mengikat tanah sehingga tidak mudah erosi.

“Tanaman kakao ini tanaman tahunan, memiliki akar yang dalam sehingga mampu mengikat tanah tidak mudah erosi, dan air tanah terjaga kualitasnya,” dikatakan BPP Kec. Lamuru Jumariadi, SP.,M.Si saat dikonfirmasi RRI.co.id, Rabu (09/10/2024).

Untuk wilayah kerja dari BPP Kec. Lamuru dikatakan untuk mendukung pembudidayaan tanaman kakao, pihaknya aktif mengedukasi dan mengajak masyarakat lamuru kembali menghidupkan kejayaan tanaman kakao baik melalui penanaman kembali ataupun melakukan penyegaran terhadap tanaman kakao.

“Kami sudah memberikan kurang lebih 230.000 bibit kakao ke para petani demi mendukung keberhasilan peremajaan tanaman kakao di Kec. Lamuru, selain itu kami juga terus melakukan pendampingan terhadap petani kakao untuk menjawab permasalahan apa saja yang dihadapi dalam proses penanaman kakao,” ungkap Jumariadi.

Dengan kondisi Kabupaten Bone saat ini banyak bukit yang gundul akibat aktivitas masyarakat, bukit- bukit yang dulunya hijau sekarang tampak gersang. Ini membuat suhu semakin panas, diharapkan dengan kembali membudidayakan tanaman kakao, masyarakat tidak hanya memperoleh keuntungan akan tetapi menjadi cara untuk kembali menghijaukan lahan di Bone demi mengurangi emisi karbon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....