Merantau Jadi Cara Tingkatkan Kesabaran saat Ramadan
- 19 Mar 2026 10:40 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Menjalani ibadah puasa di tanah perantauan bukanlah hal yang mudah. Namun, pengalaman merantau justru menjadi cara untuk melatih dan meningkatkan kesabaran, terutama saat harus tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan.
Hal ini dirasakan oleh tenaga kesehatan muda asal Bone, Rahmat Hidayat Zulhar, yang kini bertugas di Kolaka Timur. Ia mengaku telah merantau selama empat tahun. Berbagai pengalaman telah dilaluinya, mulai dari kesiangan saat sahur hingga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang turut melatih kesabarannya.
“Tantangannya, kami terkadang harus menempuh perjalanan satu sampai dua jam untuk melakukan penyuluhan ke masyarakat. Namun, saat tiba di lokasi, respons masyarakat terkadang masih kurang,” jelas Rahmat saat berbincang dalam program Cera RRI Bone edisi Rabu, 18 Maret 2026.
Kondisi tersebut justru menjadi sarana untuk melatih kesabaran, terutama saat menjalani ibadah puasa. Ia harus tetap tenang dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan pendekatan persuasif dan penuh empati.
Di sisi lain, pengalaman merantau juga menghadirkan tantangan emosional. Rahmat mengaku pernah merasakan rindu kampung halaman, terutama saat pertama kali menjalani puasa jauh dari keluarga.
“Pengalaman puasa pertama di tanah rantau saya alami di Majene, Sulawesi Barat. Suasana sahur dan berbuka terasa berbeda, bahkan cenderung hambar karena tidak bersama keluarga,” ungkapnya.
Meski demikian, Rahmat berusaha beradaptasi dengan lingkungan. Ia pun menemukan makna Ramadan yang lebih dalam, di mana kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci dalam menjalani kehidupan di perantauan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....