Saldo Ramadan Menyusut, Jemaah Masjid Agung Bone Tak Lagi Membludak

  • 17 Mar 2026 15:06 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Pemasukan celengan di Masjid Al Markaz Al Maarif Bone mengalami penurunan selama Ramadan tahun ini. Hingga pertengahan Ramadan, saldo yang terkumpul baru mencapai sekitar Rp34 juta. Pengurus masjid, Zainal Abidin, mengungkapkan penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah jemaah yang beribadah di Masjid Agung Bone.

“Menurun karena jemaah juga berkurang. Bukan hanya di Masjid Agung, tapi hampir semua masjid di Bone mengalami hal yang sama,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama adalah semakin banyaknya masjid di lingkungan permukiman, sehingga jemaah kini lebih memilih beribadah di masjid terdekat dari rumah mereka. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kondisi Masjid Agung Bone kini tidak lagi seramai awal Ramadan. Dulu, masjid ini kerap dipadati jemaah, namun saat ini hanya terisi dua hingga tiga saf saat salat berjamaah.

Zainal Abidin menyebutkan, pemasukan celengan per malam bahkan tidak mencapai Rp1 juta. Sementara itu, pengeluaran kegiatan Ramadan cukup besar, termasuk biaya mubalig yang mencapai sekitar Rp1 juta setiap malam, belum termasuk kebutuhan kegiatan iktikaf.

Salah seorang jemaah, Rahman (45), menilai berkurangnya jumlah jemaah di Masjid Agung bukan berarti menurunnya semangat ibadah, melainkan karena distribusi jemaah yang kini tersebar di masjid-masjid lingkungan. Ia pun berharap masyarakat tetap memakmurkan masjid selama Ramadan.

“Menurut saya bukan sepi, tapi jemaahnya terbagi. Yang penting ibadah tetap jalan, di mana pun masjidnya.”

Jemaah lainnya, Nia (32), mengaku tetap rutin melaksanakan ibadah di Masjid Agung meski suasana tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi yang lebih lengang justru memberikan kenyamanan tersendiri dalam beribadah.

“Sekarang memang tidak terlalu ramai, tapi justru lebih tenang. Kita bisa lebih fokus saat salat dan berzikir,” ujarnya.

Nia juga berharap masyarakat tetap menjaga kebiasaan berinfak di masjid, meski memilih beribadah di lingkungan masing-masing. Ia menilai kontribusi kecil dari jemaah tetap penting untuk mendukung kegiatan masjid selama Ramadan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....