Integrasi Sains Sunnah dalam Menyambut Ramadan

  • 14 Feb 2026 22:41 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,Bone - Integrasi antara sains dan sunnah menjadi kunci dalam menjemput keberkahan Ramadan. Hal tersebut disampaikan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bone, Dr. Muhammad Asriady, saat dikonfirmasi terkait kesiapan menyambut bulan suci.

Ia menegaskan bahwa ajaran Islam selalu berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ibadah puasa, tetapi momentum penyucian total yang menyentuh jiwa, tubuh, harta, dan lingkungan.

Sebagai contoh, ia menyinggung praktik siwak yang telah diajarkan Rasulullah SAW sejak abad ke-7. Praktik ini jauh mendahului inovasi kebersihan modern yang dipelopori William Addis.

“Siwak bukan hanya membersihkan mulut secara medis, tetapi juga menghadirkan keridaan Allah. Inilah bukti bahwa tindakan sederhana bisa bernilai ibadah,” jelasnya saat dimintai keterangan pada Sabtu, 14 februari 2026.

Menurutnya, penyucian jiwa melalui taubat dan saling memaafkan penting dilakukan sebelum Ramadan. Secara ilmiah, pengelolaan emosi positif dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan daya tahan tubuh saat berpuasa.

Selain itu, penyucian harta melalui zakat dan sedekah dinilai mampu membawa keberkahan pada setiap hidangan sahur dan berbuka. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menunda kewajiban tersebut hingga Ramadan tiba.

Dr. Muhammad Asriady juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Rumah dan masjid yang tertata rapi menciptakan suasana sakinah yang mendukung kekhusyukan ibadah selama Ramadan.

Ia berharap masyarakat mempersiapkan diri secara menyeluruh. “Kesucian bukan sekadar taharah, tetapi bagaimana kita memantaskan diri di hadapan Allah untuk menyambut kemuliaan Ramadan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....