Empat Rahasia Kesucian Sambut Berkah Ramadhan

  • 14 Feb 2026 22:19 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,Bone - Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bone, Dr. Muhammad Asriady, mengajak umat Islam menjemput keberkahan Ramdan melalui empat rahasia kesucian yang mengintegrasikan sains dan sunnah. Hal itu ia sampaikan Muh. Asriady saat dikonfirmasi RRI.co.id, Sabtu,14 februari 2026,terkait persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Menurut Dr. Muhammad Asriady, Ramdan adalah tamu agung yang harus disambut dengan kesiapan total. Ia menekankan bahwa ibadah tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas yang dibangun sejak Rajab dan Syaban. “Mari jadikan Ramdan sebagai pendakian totalitas ibadah, bukan sekadar rutinitas tahunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu sunnah sederhana namun sering disepelekan adalah bersiwak sebelum salat. Tradisi ini bahkan mendahului penemuan sikat gigi modern oleh William Addis pada abad ke-18. Menurutnya, Rasulullah SAW telah lebih dahulu mengajarkan pola hidup bersih melalui siwak sebagai bagian dari ibadah.

“Rasulullah bersabda, ‘Siwak itu pembersih mulut dan diridhai oleh Allah.’ Ini membuktikan bahwa Islam memadukan aspek medis dan spiritual dalam satu amalan,” kutipnya mengingatkan hadis riwayat Ahmad. Baginya, kebersihan fisik tidak terpisah dari keridaan Ilahi.

Dalam pemaparannya, ia menguraikan empat lapisan penyucian. Pertama, penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs dengan menghilangkan dendam, iri, dan sombong. Ia menegaskan, kondisi emosional negatif dapat meningkatkan hormon stres yang berdampak pada daya tahan tubuh saat berpuasa.

Kedua, penyucian badan atau thaharatul jasad dengan menjaga kebersihan fisik, mulai dari wudhu hingga kebiasaan hidup sehat. Ketiga, penyucian harta atau tazkiyatul maal melalui zakat dan sedekah sebelum Ramadan agar makanan sahur dan berbuka penuh keberkahan.

Keempat, penyucian lingkungan atau tazkiyatul biah dengan merapikan rumah, tempat kerja, dan masjid. “Lingkungan yang bersih menghadirkan sakinah dan meningkatkan fokus ibadah. Jangan biarkan sampah berserakan ketika kita mengharap malam Lailatul Qadar,” tegasnya.

Dr. Muhammad Asriady berharap pesan ini menjadi refleksi bersama bagi umat Islam, khususnya masyarakat Bone, agar Ramadan disambut dengan jiwa tenang, badan sehat, harta berkah, dan lingkungan tertata, sehingga keberkahan bulan suci benar-benar dirasakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....