War Takjil Ramadan, Tren Positif Bangun Toleransi Beragama

  • 20 Mar 2025 07:38 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Pedagang makanan mendadak ramai di berbagai sudut jalan untuk mengais rezeki dengan menjajakan beragam menu berbuka puasa, dari makanan tradisional hingga modern. Hal ini pun tampaknya tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh masyarakat Bone untuk menikmati jajanan yang menggugah selera itu saat tiba waktu berbuka puasa.

Namun nyatanya, untuk mendapatkan menu favorit pun tidaklah mudah, lantaran banyaknya muslim hingga warga non islam (nonis) yang tak kalah antusiasnya mencicipi hidangan tersebut. Kondisi itu berakhir dengan berburu atau war takjil yang telah menjadi tradisi yang tidak bisa terpisahkan dengan ramadhan.

Tidak sedikit orang yang berakhir kalap membeli takjil karena lapar mata ataupun takut tidak kebagian. Demi war takjil, banyak orang yang rela mengantre atau bahkan datang lebih awal untuk menghindari antrian panjang.

Warga Bone, Shaldy melihat fenomena itu sebagai tren yang positif dan patut diapresiasi karena merupakan bentuk keharmonisan ditengah keberagaman. “Meskipun kadang kecewa juga sih karena tidak kebagian takjil, tapi itu kan tren yang baik,” ucapnya kepada rri.co.id, kamis (20/3/2025).

Warga Bone lainnya, Arni juga menilai war takjil nonis itu sebagai toleransi antarumat beragama dan menjadi ladang rezeki untuk pedagang. “War takjil tuh jadi lebih seru karena nonis ini, rasa senangnya pun luar biasa kalau berhasil dapat takjil padahal itu kan sederhana ji,” ungkapnya.

Fenomena iwar takjil merupakan hal wajar yang menjadi sarana untuk memperkuat sikap toleransi dan kerukunan umat beragama. Sekaligus menjadi simbol bahwa Ramadhan membawa keberkahan bagi semua orang, tanpa memandang agama dan latar belakang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....