Serba-Serbi Takjil Ramadhan yang Variatif dan Beragam

  • 20 Mar 2025 06:51 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Datangnya bulan suci ramadhan membawa berkah bagi banyak orang, termasuk pedagang takjil yang mendadak ramai menjajakan dagangannya di berbagai tempat. Mereka pun menyediakan beragam menu, mulai dari kue, gorengan ataupun lauk-pauk.

Salah seorang warga Bone, Achmad mengatakan lebih menyukai berbuka dengan makanan yang ringan dulu, seperti kurma, es buah atau kue. “Setelah shalat maghrib, baru mi saya makan nasi supaya bisa khusyuk shalatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Rabu (19/3/2025).

Sedangkan warga Bone lainnya, Rina mengaku memilih berbuka dengan menu berat terlebih dulu. “Saya biasanya buka nasi pakai dulu karena kan lemas maki seharian puasa, jadi perlu ki charge energi biar semangat ibadah lagi,” jelasnya.

Meski sering terdengar selama ramadhan, mungkin tak banyak yang tahu sejarah tentang istilah itu. Dikutip dari Wikipedia, Takjil atau perbukaan adalah istilah umum untuk kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sup buah, es campur dan lain sebagainya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa. Kata tersebut berakar dari kata 'ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka puasa.

Catatan terkait istilah takjil Indonesia pertama kali terdapat pada catatan milik Snouck Hurgronje dalam ‘De Atjehers’, yaitu laporannya saat mengunjungi Aceh pada tahun 1891-1892. Dalam catatan tersebut, dijelaskan penduduk Aceh telah menyiapkan menu berbuka puasa (takjil) di masjid untuk masyarakat dengan menu ie bu peudah atau bubur pedas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....