Hoaks adalah Ancaman Serius, Umat Diminta Tabayun

  • 19 Mar 2025 05:48 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Dr. Nursyirwan, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa hoaks merupakan ancaman serius bagi kehidupan sosial dan persatuan umat. Dalam pandangan Islam, menyebarkan berita bohong adalah perbuatan tercela yang dapat menimbulkan fitnah dan perpecahan. Oleh karena itu, umat Islam diingatkan untuk selalu melakukan tabayun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi.

Menurut Dr. Nursyirwan, Al-Qur'an telah memberikan pedoman dalam menghadapi berita yang belum jelas kebenarannya. Ia mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6, yang menegaskan agar umat Islam memverifikasi informasi yang diterima, terutama jika sumbernya berasal dari orang yang tidak dapat dipercaya. “Jangan mudah percaya dan langsung menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya. Ini bisa berakibat fatal,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu(19/3/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hoaks bisa menjadi pintu masuk bagi ghibah (menggunjing) dan fitnah, yang dalam Islam termasuk dosa besar. “Menyampaikan informasi yang salah bisa merusak nama baik seseorang atau kelompok. Apalagi jika informasi itu tidak didasarkan pada fakta,” katanya.

Di era digital saat ini, hoaks semakin mudah menyebar melalui media sosial. Tanpa verifikasi, berita palsu bisa dengan cepat dipercaya oleh masyarakat dan menimbulkan keresahan. “Dulu, penyebaran informasi masih terbatas. Sekarang, dengan sekali klik, hoaks bisa menyebar luas dalam hitungan detik,” jelasnya.

Dr. Nursyirwan, mengingatkan bahwa setiap Muslim bertanggung jawab atas informasi yang disebarkannya. Rasulullah SAW dalam hadisnya juga menegaskan bahwa cukup seseorang disebut pendusta jika ia menyampaikan semua yang didengarnya tanpa memeriksa kebenarannya. Oleh karena itu, sikap bijak dan kritis dalam menerima berita sangat diperlukan.

Sebagai langkah pencegahan, Dr. Nursyirwan mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan memperkuat pemahaman agama. “Selain tabayun, kita harus membiasakan diri mencari sumber yang kredibel dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas asal-usulnya,” tegasnya.

Ia berharap umat Islam lebih sadar akan bahaya hoaks dan tidak ikut serta dalam penyebarannya. “Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana kebaikan, bukan untuk menyebarkan berita bohong yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....