Memahami Arti Mukhlis dan Mukhlas dalam Beramal

  • 16 Mar 2025 11:28 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Dalam ajaran Islam, keikhlasan dalam beramal merupakan salah satu aspek penting yang menentukan diterimanya suatu ibadah di sisi Allah SWT. Namun, ada dua istilah yang sering digunakan dalam konteks keikhlasan ini, yaitu mukhlis dan mukhlas.

Keduanya terdengar mirip, tetapi memiliki perbedaan makna yang mendalam. Menurut Dr. Nursyirwan, S. Ag., M. Pd selaku Sekertaris MUI Kab. Bone bahwa untuk mendapat ridho dan ampunan Allah Swt dalam melakukan amalan terutama dalam bersedekah kita harus ikhlas, dan ada dua kelompok orang yang disebut dalam Al Qur'an terkait dengan ikhlas itu.

"Yang pertama Seorang Mukhlis yaitu seseorang yang berusaha untuk menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadahnya," ungkapnya kepada RRI.co.id, Minggu (16/03/2025).

Kata mukhlis diambil dari kata khalasha yang artinya bersih. "Untuk menjadi mukhlis, seseorang harus mengawali niatnya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata agar didengar orang lain bahwa apa yang kita lakukan adalah ikhlas," dikatakan Dr. Nursyirwan.

Berbeda dengan mukhlis yang berusaha untuk ikhlas, yang kedua mukhlas ialah tingkatan yang lebih tinggi, yaitu seseorang yang telah disucikan oleh Allah SWT dan dijaga dari godaan setan. Mereka adalah orang -orang yang telah mencapai kesempurnaan ikhlas dan dipilih oleh Allah sebagai hamba-Nya yang suci.

"Para nabi dan rasul termasuk dalam golongan mukhlas karena mereka telah dijaga langsung oleh Allah dari segala keburukan," lanjutnya

Setiap Muslim dianjurkan untuk menjadi mukhlis, terus berusaha untuk beribadah dan berbuat baik hanya karena Allah SWT. Jika keikhlasan ini terus dijaga, maka dengan izin Allah, seseorang bisa mencapai tingkat mukhlas, hamba yang disucikan dan dipilih oleh-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....