Massiara, Rajut Silaturahmi dalam Wujud Kearifan Lokal

  • 03 Apr 2025 13:29 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Momentum hari raya Idul Fitri setiap tahunnya selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk warga Bone. Sebagian besar diantara mereka merayakan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga.Adapun salah satu tradisi masyarakat Bugis Bone adalah Massiara (Silaturahmi).

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan, Andi Indra Saputra Alamsyah, M.AB., menjelaskan Massiara adalah Tradisi kunjungan dari rumah ke rumah untuk meminta maaf dan mempererat hubungan keluarga serta tetangga. “Dalam perspektif sosial ekonomi, ini mencerminkan budaya kolektif yang mendorong solidaritas dan memperkuat jaringan sosial yang juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal”, jelasnya kepada rri.co.id, rabu (2/4/2025).

Tradisi ini telah ada sejak lama dan masih dilakukan hingga kini. Tak jarang tradisi yang kental di momen Lebaran inipun dikemas dengan games (permainan) untuk berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) ataupun sekedar membuat konten media sosial untuk mengabadikannya sebagai kenangan manis.

Masyarakat Bone, Andi Tenri mengatakan ia dan keluarga besarnya selalu memanfaatkan libur lebaran untuk saling mengunjungi dan melepas rindu. “Massiara inilah yang membuat lebaran lebih meriah karena bisa bertemu dengan sanak saudara yang jauh. Sesibuk apapun, kami usahakan untuk berkumpul”, ujarnya.

Sementara itu, sebagai pemudik, Achmad pun tidak ingin melewatkan begitu saja libur lebaran tanpa Massiara. “Silaturahmi itu mi yang ditunggu-tunggu saat lebaran. Apalagi kalau orang Bone, banyak makanan khas yang biasanya disajikan pas lebaran, belum lagi bagi-bagi THRnya”, pungkasnya.

Tak dapat dipungkiri, Massiara yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan etnis Bugis, khususnya Bone. Di era kekinian pun, kearifan lokal tersebut masih lestari dan tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....