Ciptakan Kebaikan dan Jalin Silaturahmi Melalui Tradisi Halal Bihalal
- 21 Mar 2025 03:46 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Ramadhan akan segera berlalu meninggalkan kita, momen lebaran yang dinanti pun semakin dekat. Banyak cara yang biasanya dilakukan masyarakat dalam merayakan hari raya Idul Fitri, seperti halal bihalal.
Dosen IAIN Bone, Dr. Abu Bakar, M.Pd menjelaskan bahwa halal bihalal adalah sebuah tradisi yang bertujuan untuk mempererat silaturahim dengan saling memaafkan kesalahan orang lain. “Intinya kita mengadakan sebuah acara di aula atau di tempat lain untuk berkumpul dan saling meminta maaf,” jelas dosen yang aktif bertausiyah itu kepada rri.co.id, kamis (20/3/2025).
Menurutnya, dalam pandangan islam, jika merujuk kepada Al-Qur’an, memaafkan kesalahan orang lain termasuk sebuah kebaikan dan merupakan ciri-ciri orang yang bertakwa. “Surat Ali Imran ayat 133 berbunyi, "وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ" artinya “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa”, ujarnya.
Adapun orang yang bertaqwa, kata Abu Bakar adalah orang-orang yang berinfaq baik di waktu lapang, maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Sementara isi dari halal bihalal itu, salah satunya adalah memaafkan kesalahan orang lain.
Tradisi muslim setelah lebaran itu mengajarkan tentang kebaikan dan silaturahim, sedangkan islam menganjurkan berbuat kedua hal tersebut. “Sesuai firman Allah, Allah maha mencintai orang yang berbuat kebaikan,” ungkapnya.
Halal bihalal populer di era pasca-kemerdekaan Indonesia dan pertama kali dicetuskan oleh seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU), KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948. Hal itu Beliau usulkan untuk meredakan ketegangan agar dapat mempersatukan elit politik yang sedang berselisih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....