Filosofi Hitam Dalam Pandangan Islam

  • 08 Jul 2025 18:58 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Hitam kerap kali dimaknai sebagai warna yang mewakili perasaan berduka atau berkabung. Maka tak heran, pakaian hitam pun sering digunakan masyarakat saat melayat sebagai bentuk belasungkawa mereka kepada keluarga yang ditinggalkan, tak terkecuali Muslim.

Penggunaan pakaian hitam saat melayat adalah tradisi yang telah lama ada dan memiliki makna simbolis yang kuat dalam mengungkapkan duka cita dan penghormatan. Meskipun demikian, tradisi ini tidak bersifat universal dan dapat bervariasi di berbagai budaya.

Pengurus Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) Kabupaten Bone, Dr. Abu Bakar, M.Pd. menjelaskan tidak ada perintah dalam Islam untuk mengenakan baju hitam saat melayat, bahkan Islam melarang kita untuk mengikuti budaya ataupun tradisi-tradisi agama lain.

“Tapi sebenarnya dalam Islam, pakaian yang dianjurkan itu adalah pakaian putih karena melambangkan kesucian. Jadi kalau misalnya ada kematian, lebih bagus kalau menggunakan putih karena pakaian yang dipakai oleh Mayit adalah putih, yaitu kain kafan”, jelas Dosen PAI IAIN Bone itu kepada rri.co.id, selasa (8/7/2025).

Menurut Abu Bakar, putih dinilai lebih religius karena mengingatkan kita tentang kematian. Disamping itu, pakaian putih juga melambangkan keadaan fitrah manusia dan hati yang bersih sehingga seringkali dikaitkan dengan ibadah, seperti ihram saat haji, dan dianggap sebagai pakaian terbaik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....