Onde-Onde, Jajanan Tradisional yang Masih Diminati
- 08 Sep 2026 11:12 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ditengah semakin banyaknya makanan kekinian, jajanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah onde-onde, kue berbentuk bulat yang dikenal melalui lapisan wijen di bagian luarnya. Tidak hanya menawarkan rasa manis dan gurih, onde-onde juga memiliki cerita sejarah yang panjang hingga akhirnya menjadi bagian dari kuliner Indonesia.
Onde-onde biasanya dibuat dari adonan tepung ketan. Di bagian tengahnya terdapat isian yang umumnya berupa kacang hijau yang telah dihaluskan dan diberi rasa manis. Setelah dibentuk menyerupai bola, adonan kemudian diberi taburan wijen dan digoreng. Hasilnya adalah kulit yang terasa renyah dengan bagian dalam yang lembut.
Dilansir dari Wikipedia, keberadaan onde-onde di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kuliner Tiongkok. Makanan berbentuk bulat yang dibalut wijen telah dikenal di Tiongkok sejak masa lampau. Seiring berlangsungnya hubungan perdagangan dan perpindahan masyarakat antardaerah, makanan tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Nusantara.
Ketika sampai di Indonesia, onde-onde tidak sekadar dipertahankan dalam bentuk aslinya. Masyarakat setempat mengolahnya menggunakan bahan dan cita rasa yang lebih sesuai dengan selera lokal. Isian kacang hijau manis menjadi salah satu bentuk perkembangan onde-onde yang kemudian sangat dikenal hingga sekarang.
Salah satu daerah yang memiliki hubungan kuat dengan onde-onde adalah Mojokerto, Jawa Timur. Jajanan tersebut begitu lekat dengan kehidupan masyarakat setempat hingga sering dianggap sebagai salah satu ikon kuliner daerah. Onde-onde juga banyak dijadikan oleh-oleh bagi orang yang berkunjung ke Mojokerto.
Perjalanan onde-onde ternyata tidak berhenti di Indonesia. Makanan yang memiliki kemiripan juga dapat ditemukan di sejumlah negara Asia, meskipun menggunakan nama dan resep yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya perjalanan budaya kuliner yang berlangsung sejak lama dan melibatkan berbagai wilayah.
Kini, onde-onde masih dapat ditemukan dengan mudah, mulai dari pasar tradisional hingga toko oleh-oleh. Bentuknya pun mulai mengalami berbagai inovasi, terutama pada bagian isian dan ukurannya. Meski demikian, ciri khas berupa bentuk bulat dan taburan wijen tetap dipertahankan.
Keberadaan onde-onde menjadi bukti bahwa makanan tradisional tidak selalu kalah oleh perkembangan zaman. Di balik bentuknya yang sederhana, terdapat perjalanan sejarah dan proses akulturasi budaya yang membuatnya semakin dekat dengan masyarakat Indonesia.
Bagi generasi sekarang, menikmati onde-onde bukan hanya soal mencicipi jajanan tradisional. Lebih dari itu, makanan tersebut juga dapat menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia terbentuk melalui perjalanan budaya yang panjang dan terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....