Udon, Mi Jepang yang Punya Sejarah Panjang
- 13 Agt 2026 19:06 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Udon menjadi salah satu kuliner khas Jepang yang hingga kini tetap populer di berbagai Negara. Mi berbahan dasar tepung terigu ini dikenal dengan bentuknya yang tebal dan agak lebar, serta memiliki beragam cara penyajian sesuai tradisi kuliner di masing-masing wilayah Jepang.
Dilansir dari Wikipedia, Sejarah udon ternyata telah berlangsung sejak zaman kuno. Pada masa tersebut, udon dilafalkan sebagai “undon” dan dipercaya dikenal masyarakat Jepang sebagai makanan yang berasal dari Tiongkok. Dalam kitab Engishiki, “undon” disebut sebagai salah satu jenis makanan dari Dinasti Tang. Namun, bentuknya pada masa itu kemungkinan lebih menyerupai pangsit karena berupa daging yang dibungkus lembaran tepung tipis.
Udon seperti yang dikenal sekarang juga mengalami perubahan nama. Pada awalnya makanan tersebut disebut kirimugi, sebelum istilah “udon” digunakan pada zaman Edo. Saat itu, udon merujuk pada hidangan berbahan kirimugi yang disantap dengan kuah hangat atau didinginkan menggunakan air es setelah direbus.
Perkembangan udon kemudian melahirkan karakter berbeda di sejumlah wilayah Jepang. Udon kerap dikaitkan dengan Jepang bagian barat, sementara soba lebih sering diasosiasikan dengan wilayah timur. Namun, pembagian tersebut tidak mutlak karena sejumlah daerah di Jepang timur juga mengenal udon dan soba secara bersamaan.
Salah satu perbedaan paling menarik terlihat pada kuahnya. Udon ala Kanto umumnya memiliki kuah berwarna lebih gelap karena menggunakan kecap asin kental, sedangkan udon ala Kansai memiliki kuah yang lebih terang dan hampir bening karena menggunakan kecap asin encer. Perbedaan warna tersebut menjadi salah satu ciri khas kuliner udon di kedua kawasan.
Selain kuah, udon juga hadir dalam banyak variasi. Berdasarkan bentuknya, terdapat futo udon yang berukuran tebal, hoso udon yang lebih tipis, serta himokawa udon. Cara penyajiannya pun beragam, mulai dari udon panas, udon dingin, hingga yakiudon. Beberapa daerah bahkan memiliki hidangan khas seperti Sanuki udon dari Prefektur Kagawa dan Inaniwa udon dari Prefektur Akita.
Dengan sejarah panjang dan variasi yang begitu banyak, udon tidak sekadar menjadi makanan rakyat Jepang, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya kuliner negeri tersebut. Dari “undon” pada masa lampau hingga beragam sajian udon modern, makanan ini menunjukkan bagaimana sebuah kuliner dapat terus berkembang mengikuti karakter dan tradisi masyarakat di berbagai daerah Jepang yang saat ini bisa dinikmati di negara manapun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....