Menikmati Kafein pada Matcha, Sensasi Tenang Penuh Manfaat Alami
- 04 Agt 2026 17:41 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Matcha semakin digemari sebagai minuman yang tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menjadi alternatif sumber kafein selain kopi. Berasal dari daun teh hijau yang dihaluskan menjadi bubuk, matcha dikonsumsi dengan cara melarutkan seluruh bagian daun ke dalam air sehingga kandungan nutrisinya dapat dinikmati secara utuh.
Keistimewaan matcha dimulai sejak proses budidayanya. Sebelum dipanen, tanaman teh dinaungi selama beberapa waktu sehingga menghasilkan daun dengan kandungan klorofil yang lebih tinggi. Proses inilah yang membuat warna matcha tampak hijau cerah sekaligus memberikan karakter rasa yang segar dan sedikit gurih.
Selain diseduh sebagai minuman hangat, matcha kini banyak diolah menjadi berbagai sajian, mulai dari latte, kue, biskuit hingga aneka hidangan penutup. Popularitasnya terus meningkat karena cita rasanya yang unik dan dianggap mampu menghadirkan pengalaman menikmati kafein yang berbeda dibandingkan kopi.
Dari sisi kandungan kafein, matcha memiliki sekitar 19 hingga 44 miligram kafein dalam setiap gram bubuk. Dengan takaran penyajian sekitar dua gram, secangkir matcha umumnya mengandung antara 38 hingga 88 miligram kafein. Besarnya kandungan tersebut dipengaruhi oleh kualitas daun, tingkat kesegaran, jumlah bubuk yang digunakan, serta suhu air saat penyeduhan.
Sementara itu, secangkir kopi rata-rata mengandung sekitar 95 miligram kafein. Meski kandungan kafein per gram bubuk matcha lebih tinggi dibandingkan biji kopi, ukuran penyajian kopi yang lebih besar membuat total kafein dalam secangkir kopi umumnya tetap lebih tinggi daripada matcha.
Perbedaan lainnya terletak pada cara tubuh merespons kedua minuman tersebut. Kafein pada kopi cenderung memberikan efek yang lebih cepat terasa, sedangkan matcha dikenal menghasilkan pelepasan kafein yang lebih bertahap. Hal ini membuat banyak penikmatnya merasakan energi yang lebih stabil tanpa lonjakan yang terlalu tajam.
Baik kopi maupun matcha memiliki keunggulan masing-masing sebagai sumber kafein. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, selera, dan cara tubuh setiap orang merespons kafein. Dengan memahami perbedaan keduanya, masyarakat dapat menikmati secangkir minuman favorit secara lebih bijak sekaligus memperoleh manfaat yang sesuai dengan gaya hidup mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....