Mengenal Roti Jala, Kuliner Warisan Melayu Nusantara

  • 31 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Roti jala menjadi salah satu kuliner tradisional yang hingga kini tetap digemari masyarakat. Hidangan bercorak unik dengan bentuk menyerupai anyaman dengan cita rasa yang khas, menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk dikenal.

Dilansir dari Wikipedia, roti jala merupakan makanan khas masyarakat Melayu yang berasal dari Johor di Semenanjung Malaysia, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, serta banyak dijumpai di Provinsi Riau. Hidangan ini umumnya disajikan bersama kuah kari Melayu, sementara di kawasan Deli, Sumatera Utara, roti jala lebih sering disantap dengan kari kambing dan acar nanas.

Sejarah mencatat, roti jala berkembang melalui proses adaptasi kuliner dari India, terutama dari hidangan yang dikenal sebagai roti prata. Meski sekilas mirip dengan roti canai, keduanya memiliki teknik pengolahan yang berbeda. Roti prata dimasak menggunakan sedikit minyak sehingga bertekstur lebih tipis, sedangkan roti canai menggunakan minyak lebih banyak sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut.

Di wilayah Riau, keberadaan roti jala diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-15 hingga ke-16, bertepatan dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Melayu. Nama roti jala sendiri berasal dari bentuknya yang menyerupai jala atau jaring ikan, yang dibuat dengan menuangkan adonan menggunakan cetakan khusus hingga membentuk pola anyaman di atas wajan datar. Bentuk tersebut mencerminkan eratnya hubungan masyarakat Melayu pesisir dengan kehidupan maritim.

Kini, roti jala tidak lagi hanya dikenal di daerah asalnya. Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kuliner ini juga semakin mudah ditemui dan mulai diminati masyarakat. Bahkan, roti jala hadir dengan berbagai kreasi dan tampilan yang lebih modern sehingga cocok disajikan dalam berbagai momen spesial.

Tak hanya disantap bersama kari, roti jala kini juga kerap menjadi pilihan unik sebagai sajian pada perayaan ulang tahun bersama keluarga maupun sahabat. Berbeda dari penyajian tradisional, roti jala di Bone banyak dinikmati dengan aneka cocolan manis seperti kinca durian, vla pandan, dan saus cokelat.

Perpaduan cita rasa tradisional dan sentuhan modern tersebut menjadikan roti jala semakin digemari, sekaligus membuktikan bahwa kuliner warisan Melayu ini mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan cita rasa khasnya.

Sumber; Roti jala - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....