UMKM Kyadapur13 Terdampak Kenaikan Harga Plastik

  • 21 Mei 2026 21:08 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Kenaikan harga plastik turut berdampak pada berbagai pelaku UMKM, termasuk UMKM Kyadapur13 di Kabupaten Bone. Kondisi tersebut memengaruhi biaya produksi, khususnya pada kebutuhan kemasan produk keripik pisang yang dipasarkan.

Owner Kyadapur13, Ilmawaty, mengungkapkan kenaikan harga plastik sangat berpengaruh terhadap biaya kemasan keripik pisang yang diproduksinya. Akibat kondisi tersebut, pihaknya terpaksa menaikkan harga produk hingga Rp5 ribu per kemasan.

“Kami terpaksa menaikkan harga jual produk. Misalnya, untuk kemasan toples plastik ukuran 1.000 ml, harga yang sebelumnya Rp50 ribu kini menjadi Rp55 ribu,” jelasnya saat mengikuti program Sapa UMKM RRI Bone, Kamis 21 Mei 2026.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut tidak terlalu memengaruhi penjualan produk Kyadapur13. Menurut Ilmawaty, pelanggan tetap memberikan respons positif dan masih melakukan pemesanan seperti biasa.

"Alhamdulillah kak sampai saat ini dengan kami menaikan harga tidak mempengaruhi penjualan. pelanggan tetap bertahan, Bahkan repeat order dari pelanggan masih ada," ungkap Ilmawaty.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa, stabilitas harga bahan baku sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha, khususnya bagi UMKM yang bergerak di bidang makanan ringan. "Kemarin juga sempat kan harga minyak goreng naik, hal itu juga sangat mempengaruhi kami. Apalagi minyak goreng yang kami gunakan kualitas premiun," tutup Ilmawaty.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Kyadapur13 tetap berkomitmen menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan. Ilmawaty juga berharap usaha keripik pisang yang dirintisnya dapat terus berkembang serta semakin dikenal masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Bone.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....