Menelusuri Jejak Sejarah Sate dari Tahun 1800an
- 25 Agt 2025 17:16 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Cita rasa yang nikmat mengukuhkan sate sebagai hidangan yang mendunia. Sajian ini populer di berbagai negara, termasuk di benua Asia, Eropa, dan Amerika, serta sering masuk dalam daftar makanan terlezat di dunia versi berbagai media internasional.
Keunggulan rasa sate yang menggugah selera membuat banyak orang selalu rindu, tak terkecuali di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Cita rasa memikat, harga yang terjangkau membuat kuliner andalan ini selalu dicari penikmatnya, mulai dari sate ayam, sate sapi bahkan sate kuda dengan berbagai varian yang punya ciri khas masing-masing.
Studi di jurnal Media Bina Ilmiah menyebut bahwa sate di Nusantara telah ada setidaknya sejak abad ke-19. "Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan sate merupakan jenis makanan yang sudah ada sejak tahun 1843," tulis para peneliti dari Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram dalam makalah studi di jurnal tersebut.
Ada beberapa versi mengenai sejarah sate dan asal negara yang menghadirkannya ke Nusantara. Ada yang menyebut sate berasal dari Gujarat atau India, ada juga yang menyebut dari Tiongkok, bahkan ada juga teori itu panganan asli Indonesia.
Menurut buku Balinese Food: The Traditional Cuisine & Food Culture of Bali karya Vivienne Kruger (2014), sate diperkirakan berasal dari Bahasa Tamil, yaitu "sathai". Kata ini untuk menyebut potongan daging yang diasinkan lalu dipanggang dengan tusuk kayu dan dicelupkan ke dalam saus khusus sebelum dimakan.
Ada banyak versi tentang asal usul sate. Namun terlepas dari itu semua, sate sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia dan lestari melintasi zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....