Slogan Se Ge Ra ke RS Digaungkan untuk Tekan Stroke
- 13 Jul 2026 10:32 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Penyakit Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga dan penyebab kecacatan nomor satu di Indonesia. Prevalensi Nasional berada pada angka 8,3 per 1.000 penduduk usia ≥ 15 tahun. Sebelumnya, angka prevalensi pernah mencapai 10,9 per 1.000 penduduk.
Dokter Spesialis Neurologi (Saraf), dr. Risna Fitriana Amusroh, Sp.N menjelaskan penyakit stroke menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan penjamin kesehatan. “Meski kasusnya tidak sebanyak kasus anak atau yang butuh penanganan fokus pemerintah, namun menelan banyak pembiayaan oleh jaminan kesehatan”, jelas Risna kepada rri.co.id, Senin, 13 Juli 2026.
Tingginya biaya tersebut dianggap perlu segera diatasi, merespon hal ini Kemenkes gencar menggaungkan slogan Se koordinasi adalahadalah senyum. Jika diperhatikan, senyumnya simetris atau tidak”, ungkap Risna.
Risna mengatakan Ge adalah gerakan kiri dan kanan simetris atau tidak. Sedangkan Ra-nya itu bicara. “Bicaranya apakah tidak nyambung atau linglung karena itu juga bagian dari gangguan bicara”, kata dokter spesialis saraf itu.
Selanjutnya Ke adalah kebas, meskipun belum mengalami kelumpuhan, pasien akan mengalami kebas yang gejalanya berbeda dengan kebas-kebas lainnya. “Pada stroke, kebas berupa kelemahan yang sama pada separuh badan dari atas sampai bawah”, ujarnya.
Menurut Risna, itu disebabkan separuh badan, yakni tangan dan kaki kanan memiliki sarafnya berasal dari satu sumber yang bersilang dari otak sisi kiri. Begitupun sebaliknya, tangan dan kaki kiri sarafnya bersumber dari otak kanan.
“Dan kalau stroke itu, harus kejadian kebas atau kelemahannya itu separuh badan, tangan dan kaki di satu sisi. Bukan kebas di kedua sisi, itulah yang membedakan kebas stroke dengan kebas lainnya”, tegasnya.
Terakhir untuk RS, R adalah rabun, yakni gangguan mata dan S, sakit kepala. “Ini yang perlu diwaspadai karena ada jenis-jenis sakit kepala yang ujung-ujungnya stroke, apalagi ketika sudah terjadi lebih dari 1 tahun dan tidak membaik bisa mengindikasikan kelainan di pembuluh darah”, tambah dr. Risna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....