Deteksi Dini Stroke dengan Metode FAST

  • 13 Jul 2026 10:31 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Dokter Spesialis Neurologi (Saraf), dr. Risna Fitriana Amusroh, Sp.N, mengatakan bahwa stroke adalah kematian jaringan otak yang menimbulkan gejala klinis berupa kelemahan, kelumpuhan, dan gangguan lain yang tampak pada wajah serta anggota gerak. “Kematian jaringan itu terjadi karena adanya masalah pada pembuluh darah otak,” ujar dr. Risna kepada rri.co.id, Senin, 13 Juli 2026.

Dikatakan, ketika darah yang membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh otak tidak sampai, terjadilah kematian jaringan otak. “Kondisi inilah yang menyebabkan gejala-gejala klinis berupa kelemahan tubuh karena sel sarafnya ikut mati,” pungkasnya.

dr. Risna menjelaskan bahwa stroke terjadi akibat gangguan pada pembuluh darah otak, baik karena tersumbat maupun pecah. “Pembuluh darah di otak dapat dianalogikan seperti pipa air. Jika pipa tersebut tersumbat atau pecah, suplai darah ke otak tidak akan sampai ke tujuannya,” jelasnya.

Pembuluh darah yang pecah atau tersumbat disebabkan oleh faktor resiko yang berbeda. “Kalau dia pecah, umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi, ini menjadi faktor utama terjadinya pecah pembuluh darah”, tambah Risna.

Sedangkan penyumbatan dipicu oleh lebih banyak faktor resiko, seperti penebalan atau tertutup totalnya pembuluh darah. “Karena sumbatan yang lewat di dalam pembuluh darah atau sesuatu yang mengalir dalam pembuluh darah yang menjadi masalah, misalnya kolesterol, kelainan bentuk darah atau faktor lainnya”, kata Risna.

Adapun cara deteksi dini penyakit stroke dapat dilakukan dengan metode FAST. Metode FAST adalah literatur medis standar global untuk mendeteksi gejala awal stroke, yang mencakup kelemahan wajah (Face drooping), penurunan kekuatan lengan (Arm weakness), cadel atau kesulitan bicara (Speech difficulty), serta urgensi waktu (Time to call).

Risna menekankan stroke bukanlah penyakit yang hanya terjadi pada lansia, bahkan anak-anak pun berpotensi untuk mengalaminya. “Cuma pada umumnya terjadi pada lansia karena kesehatan pada pembuluh darah sudah sangat menurun”, lanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....