Masyarakat Diminta Waspada Pneumonia saat Musim Pancaroba

  • 27 Jun 2026 19:14 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Dokter spesialis penyakit paru Rumah Sakit Tenriawaru Bone, dr. Andi Muhammad Haidir, Sp. P, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia atau infeksi paru pada musim pancaroba. Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

dr. Haidir menjelaskan, secara medis lonjakan kasus pneumonia pada musim pancaroba bukanlah sebuah kebetulan. Fluktuasi suhu dan kelembapan udara yang ekstrem membuat bakteri maupun virus penyebab infeksi saluran pernapasan mampu bertahan hidup lebih lama di udara maupun pada permukaan benda.

“Cuaca pancaroba dapat menjadi kondisi yang mendukung perkembangan bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan berbagai virus pernapasan. Di sisi lain, perubahan suhu juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga risiko infeksi menjadi lebih tinggi,” ujarnya kepada RRI.CO.ID Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menambahkan, perubahan cuaca yang mendadak dari panas ke dingin menyebabkan pembuluh darah pada saluran napas menyempit sehingga aliran sel-sel kekebalan tubuh ke area tersebut berkurang. Selain itu, gerakan silia atau rambut halus yang berfungsi membersihkan saluran napas juga melambat sehingga kuman dan lendir lebih mudah menumpuk di paru-paru.

Menurut dr. Haidir, kombinasi antara meningkatnya kemampuan kuman bertahan hidup dan melemahnya pertahanan alami saluran pernapasan menjadi penyebab pneumonia lebih mudah menyerang masyarakat. Karena itu, batuk dan flu yang muncul pada musim pancaroba tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan.

“Jika demam tinggi tidak kunjung turun, batuk semakin berdahak, disertai napas cepat, sesak, atau nyeri dada, segera datang ke fasilitas kesehatan. Keterlambatan penanganan merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya risiko fatalitas pada infeksi paru,” tegasnya.

Untuk mencegah pneumonia, dr. Haidir mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, dan beristirahat cukup. Selain itu, masyarakat dianjurkan memakai masker saat sakit atau berada di tempat ramai, menjaga sirkulasi udara di rumah, serta melengkapi vaksinasi influenza dan pneumokokus, terutama bagi balita, lansia, dan penyandang penyakit penyerta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....