Mengenal Penyakit Bell’s Palsy, Gangguan Saraf pada Wajah

  • 23 Apr 2026 18:38 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Penyakit Bell’s palsy masih sering disalahartikan oleh masyarakat sebagai stroke ringan. Padahal, kondisi ini merupakan gangguan saraf wajah yang berbeda dengan stroke dan memiliki karakteristik tersendiri. Edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat tidak keliru dalam mengenali gejalanya.

Dokter spesialis neurologi RSUD Tenriawaru Bone, dr. Dwi Atmaji Norwan, menjelaskan bahwa Bell’s palsy merupakan kondisi melemahnya otot di satu sisi wajah, bukanlah kekakuan otot wajah. Hal ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan tidur terkena angin, seperti kipas angin atau pendingin ruangan.

"Jadi yang tadi kita bilang misalnya kalau ada orang tidur terus mukanya enggak sengaja kena kipas angin. Akhirnya pas bangun, ih kok ini mukanya kayak lemah, lumpuh kita bilangnya. Itu namanya Bell's palsy," jelas dr. Dwi saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis, 23 April 2026.

Menurut dr. Dwi, paparan rangsangan terus-menerus pada wajah dapat memicu penyempitan saraf wajah, khususnya nervus kranialis ketujuh. Saraf ini berperan penting dalam mengatur pergerakan otot wajah, sehingga ketika terganggu, wajah tampak menurun atau lumpuh di satu sisi.

Ia menambahkan, gejala Bell’s palsy sering kali muncul tiba-tiba saat bangun tidur. Penderita biasanya merasa salah satu sisi wajahnya lemah, sulit tersenyum, atau tidak bisa menutup mata dengan sempurna.

"Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran karena terlihat mirip dengan gejala stroke. Pada stroke, kelumpuhan tidak hanya terjadi pada wajah saja yahh, tetapi juga bisa melibatkan tangan atau kaki. Sementara kalau Bell’s palsy umumnya hanya menyerang otot wajah tanpa disertai gangguan anggota tubuh lainnya," jelas dr. Dwi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan diagnosis sendiri ketika mengalami gejala tersebut. Banyak penyakit saraf lain yang memiliki gejala serupa, sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Diharapkan masyarakat lebih memahami perbedaan Bell’s palsy dan stroke, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu pemulihan fungsi saraf wajah secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....