Kesadaran Skrining HIV/AIDS Bone Masih Rendah

  • 04 Des 2025 09:04 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Kesadaran masyarakat terhadap skrining atau pemeriksaan dini HIV/AIDS di Kabupaten Bone masih rendah. Hal ini terlihat dari rata-rata pasien yang datang memeriksakan diri justru saat kondisinya sudah parah.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Elim Jusri, Sp.PD, mengungkapkan banyak pasien terlambat mengetahui dirinya terinfeksi HIV/AIDS. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran untuk melakukan skrining, padahal sebagian dari mereka memiliki risiko tinggi terpapar. Akibatnya, banyak pasien baru datang berobat ketika kondisi sudah lanjut.

“Pada tahap awal, HIV/AIDS biasanya hanya menunjukkan gejala ringan seperti demam dan menggigil. Setelah itu gejalanya bisa menghilang sementara. Namun, sekitar tiga tahun kemudian mulai muncul gejala awal, dan setelah lebih dari lima tahun keluhan seperti batuk berkepanjangan serta muncul jamur di mulut maupun kulit mulai terlihat,” jelas dr. Elim saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis (04/12/2025).

Selain itu, gejala HIV/AIDS yang sudah memasuki tahap lanjut antara lain penurunan berat badan, diare yang tidak berhenti selama sebulan, serta penurunan imunitas secara drastis. “Yang saya temukan di rumah sakit, hampir semuanya datang dalam kondisi stadium akhir atau sudah AIDS,” ungkap dr. Elim.

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Bone, dr. Kasmawar Abbas, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone memiliki 26 layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) yang dapat melayani skrining HIV/AIDS, pendampingan pasien, pemberian obat, hingga edukasi.

“Layanan tersebut terdiri dari 5 rumah sakit dan 20 puskesmas yang sudah memiliki layanan PDP. Jadi masyarakat bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih mudah. Namun memang, kami masih perlu memperkuat edukasi terkait pentingnya skrining dini,” tutur dr. Kasmawar.

Diharapkan bagi masyarakat khususnya yang memiliki risiko tinggi, untuk tidak menunggu gejala muncul sebelum memeriksakan diri. Dengan adanya layanan PDP yang tersebar di rumah sakit dan puskesmas, akses skrining kini semakin mudah. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....