Dinkes Bone Serukan Skrining di Momentum Hari AIDS
- 01 Des 2025 14:28 WIB
- Bone
KBRN, Bone; Pada momentum peringatan Hari AIDS Sedunia yang diperingati hari , Senin (112/2025), Dinkes Bone menyerukan pentingnya pemeriksaan dini atau skrining bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit ini. Hal ini disampaikan karena HIV/AIDS pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Elim Jusri, Sp.PD, mengungkapkan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi salah satu upaya untuk mencegah penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan sifat penularan dan bahaya penyakit HIV/AIDS.
"HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es yang tampak sedikit, tetapi kenyataannya jumlahnya jauh lebih banyak karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri," ungkap dr. Elim saat berdialog bersama RRI Bone, Senin (01/12/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya melakukan skrining bagi masyarakat yang merasa sehat tetapi memiliki gejala atau termasuk dalam kelompok dengan risiko tinggi tertular HIV/AIDS. "Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula penanganan dapat diberikan sehingga risiko penularan dapat ditekan," jelas dr. Elim.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr. Kasmawar Abbas, menjelaskan bahwa untuk tahun 2025 ini, dari periode Januari hingga Oktober, terdapat 60 kasus penderita HIV/AIDS di Bone. Ini mengalami penurunan dari tahun 2024 di mana terdapat 68 kasus.
"Untuk tahun 2025 terdapat 60 kasus penderita HIV/AIDS, rinciannya adalah 59 kasus Orang dengan HIV (ODHIV) dan 1 kasus Orang dengan AIDS (ODA), dengan total 6 kasus meninggal dunia. Sementara itu, untuk tahun 2024, tercatat 68 kasus ODHIV, dengan 2 kasus berkembang menjadi AIDS, dan total 10 orang meninggal" ungkap dr.Kasmawar.
Dinkes Bone mengimbau masyarakat untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat melalui skrining, diharapkan fenomena gunung es HIV/AIDS dapat terungkap sepenuhnya, demi mewujudkan Bone bebas dari penularan baru di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....