Fogging DBD Tidak Dilakukan Sembarangan, Begini Faktanya
- 18 Nov 2025 10:02 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Pelaksanaan fogging untuk penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi di lapangan. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bone, drg. Yusuf Tolo, M.Kes, mengatakan pengasapan hanya menjadi langkah lanjutan setelah upaya kebersihan lingkungan dilakukan secara menyeluruh.
Menurut drg. Yusuf, memasuki masa pancaroba masyarakat dituntut lebih waspada, terutama terhadap penyakit berbasis lingkungan seperti DBD. Ia menjelaskan bahwa siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang lembap dan terdapat genangan air.
" Yang paling utama sebenarnya dalam pemberantasan DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk Aedes aegypti tidak dapat hidup secara nyaman,” ujarnya kepada rri.co.id Selasa (18/11/2025).
Dinas Kesehatan Bone juga menegaskan bahwa fogging tidak serta-merta menjadi solusi utama. Fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentik tetap dapat berkembang menjadi nyamuk baru dalam waktu 1–2 minggu. “Kalau hanya mengandalkan fogging, nyamuk dewasa memang mati saat itu, tetapi tanpa pemberantasan sarang, jentik akan menetas kembali,” jelasnya.
Terkait adanya pertanyaan masyarakat mengenai mekanisme permintaan fogging, drg. Yusuf menyampaikan proses tersebut wajib melalui pemeriksaan dan asesmen petugas kesehatan. “Setiap ada laporan kasus yang mengarah ke DBD, petugas kami akan melakukan penyelidikan epidemiologi. Jika memang layak dilakukan fogging, maka tim akan turun,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan zat kimia dalam fogging harus bertanggung jawab agar tidak menimbulkan resistensi pada nyamuk.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bone memastikan kesiapan peralatan fogging serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Drg. Yusuf kembali mengingatkan bahwa pencegahan tetap lebih penting.
“Fokus penanganan adalah memastikan lingkungan bebas dari tempat berkembangbiaknya nyamuk. Jika itu dilakukan terpadu, penularan dapat dicegah,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....