Bidan Mega Rela Arungi Sungai Deras Demi Selamatkan Pasien

  • 15 Nov 2025 14:05 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Di pelosok Kecamatan Bontocani, salah satu wilayah paling terpencil dan menantang di Kabupaten Bone, dedikasi tenaga kesehatan sering kali diuji oleh medan berat, keterbatasan fasilitas, dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Namun di tengah segala tantangan itu, sosok Bidan Mega Armini, S.Keb menjadi teladan keberanian dan pengabdian.

Namanya sempat viral setelah menyeberangi sungai deras demi menolong seorang ibu yang hendak melahirkan. Mega telah lebih dari 13 tahun bertugas melayani masyarakat Bontocani.

Bidan Mega memahami betul medan daerah tersebut, dusun-dusun yang tidak bisa dilalui mobil, akses jalan yang curam, hingga warga yang harus ditandu sebelum bisa mencapai kendaraan untuk menuju fasilitas kesehatan.

“Terkadang kalau ibunya masih bisa naik motor, kami jemput pakai motor. Tapi kalau tidak, ya ditandu sampai ke titik yang bisa dilewati mobil,” ucap Mega kepada saat berdialog di RRI Bone, Rabu (12/11/2025).

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia harus menyeberangi sungai yang debit airnya meningkat usai hujan deras. Meski baru saja terjadi peristiwa orang hanyut di sungai yang sama, Mega tetap menerobos arus demi mencapai lokasi pasien.

“Saya tidak lagi memikirkan keselamatan saya. Yang saya pikirkan hanya bagaimana saya bisa sampai ke ibu itu. Keluarga sepenuhnya sudah percaya kepada tenaga kesehatan, jadi kita harus ada di sana untuk mereka,” ungkapnya.

Upaya menurunkan risiko persalinan terus dilakukan lewat pendekatan komunikasi dan edukasi. Mega bersyukur mayoritas masyarakat kini memahami pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan, meski tetap ada kasus ketika ibu terpaksa melahirkan di rumah karena pembukaan sudah lengkap saat bidan tiba. Pemerintah juga menyediakan Rumah Tunggu Kelahiran sebagai solusi agar ibu hamil yang mendekati waktu persalinan dapat tinggal lebih dekat dengan Puskesmas. Namun dinamika persalinan kadang membuat prediksi waktu kelahiran tidak selalu tepat.

Meski bertugas di wilayah terpencil, Mega menegaskan bahwa kompetensi tetap menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting itu ilmu. Kita harus selalu update dan bekerja sesuai SOP. Insya Allah kalau itu dilakukan, semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dedikasi Bidan Mega menjadi potret nyata bahwa pelayanan kesehatan di pelosok bukan hanya soal profesi, tapi panggilan hati untuk menjaga harapan masyarakat yang percaya sepenuhnya kepada tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....