Waspada DBD, Penyakit yang Mengintai Saat Musim Hujan
- 25 Okt 2025 13:13 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dokter Umum Puskesmas Kahu, Kabupaten Bone, dr. Rezki Maulana, menyebut penyakit ini menjadi salah satu yang paling sering muncul saat curah hujan meningkat akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Virus ini ada empat jenis, yakni Dengue 1 hingga Dengue 4, namun yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Dengue 3,” jelas dr. Rezki kepada rri.co.id, Jumat (24/10/2025).
Ia menambahkan, genangan air di sekitar rumah seperti pada wadah, pot bunga, atau talang air yang tidak bersih bisa menjadi sarang ideal bagi jentik nyamuk tersebut. Gejala khas DBD, kata dr. Rezki, adalah demam tinggi terus-menerus yang berbeda dengan demam tifoid yang biasanya naik turun.
Selain itu, penderita dapat mengalami perdarahan ringan seperti gusi berdarah atau mimisan akibat turunnya kadar trombosit dalam tubuh. “Platelet atau trombosit berfungsi mencegah perdarahan. Kalau jumlahnya rendah, tubuh lebih mudah mengalami perdarahan,” ujarnya.
Untuk penanganan, dr. Rezki menyebut sebagian besar kasus DBD dapat sembuh hanya dengan rehidrasi atau pemberian cairan yang cukup. Penderita disarankan banyak minum air putih dan istirahat. Namun, jika kondisi memburuk atau trombosit terus menurun, pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk pemantauan dan pemberian cairan infus.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan demam tinggi di musim hujan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. “Intinya, banyak minum, jaga kebersihan lingkungan, dan hindari genangan air. Dengan begitu, kita bisa mencegah penyebaran DBD sebelum menimbulkan kasus yang lebih luas,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....