Waspadai Resesi Gusi, Gigi Bisa Lepas
- 22 Okt 2025 11:27 WIB
- Bone
KBRN, Bone; Banyak masyarakat mungkin belum mengetahui bahwa gusi yang tampak menurun dan membuat gigi terlihat lebih panjang bisa menjadi tanda awal resesi gusi, kondisi yang dapat mengancam kesehatan gigi jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini diungkapkan drg. Andi Asmarini dari Puskesmas Watampone saat berbincang dengan rri.co.id, Rabu (22/10/2025).
Menurut drg. Rini, resesi gusi adalah kondisi ketika jaringan gusi menurun atau menyusut sehingga sebagian akar gigi terlihat. “Penyebab utamanya biasanya adalah penumpukan karang gigi, terutama karang yang tersembunyi di bawah gusi,” jelasnya. Ia menambahkan, kondisi ini sering tidak disadari karena pada awalnya tidak menimbulkan rasa sakit.
Lebih lanjut, drg. Rini menyebutkan bahwa resesi gusi yang dibiarkan tanpa perawatan dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan akhirnya lepas. “Penanganannya perlu dilakukan dengan prosedur bedah gusi dan penambahan cangkok tulang atau bone graft agar jaringan penyangga gigi bisa kembali kuat,” terangnya.
Untuk mencegahnya, masyarakat disarankan menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang benar, serta melakukan pembersihan karang gigi (scaling) secara rutin setiap enam bulan sekali. “Perawatan sederhana ini penting agar kesehatan gusi tetap terjaga dan tidak terjadi penurunan jaringan,” kata drg. Rini.
Sementara itu, laman Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa resesi gusi juga bisa dipicu oleh kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, penggunaan sikat gigi berbulu kasar, maupun penyakit gusi kronis (periodontitis). Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan mulut secara konsisten dan berkonsultasi ke dokter gigi bila mulai terlihat perubahan pada bentuk gusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....