Hipertensi, Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
- 11 Okt 2025 09:51 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit ini dijuluki “silent killer” atau pembunuh senyap karena sering tidak menunjukkan gejala, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Elim Jusri, Sp.PD, menjelaskan bahwa banyak pasien tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi hingga mengalami gejala berat. “Hipertensi itu sering kali tanpa keluhan. Pasien merasa sehat, tapi tekanan darahnya bisa sangat tinggi. Karena itulah disebut silent killer. Kalau tidak terdeteksi sejak dini, risiko kerusakan organ seperti jantung dan ginjal sangat besar,” ungkap dr. Elim saat dikonfirmasi rri.co.id, Sabtu (11/10/2025).
Ia menambahkan, gaya hidup menjadi faktor utama pemicu hipertensi. Konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol memperburuk kondisi tekanan darah. “Kuncinya adalah pola hidup sehat. Batasi garam, jaga berat badan ideal, rutin olahraga, dan lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, minimal sebulan sekali,” tegasnya.
dr. Elim juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi.
"MCU itu penting sekali. Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan sekali, termasuk pemeriksaan kadar gula darah. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau MCU lengkap, idealnya dilakukan setahun sekali,” jelas dr. Elim
Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan, dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....