Gagal Ginjal Kini Mengancam Usia Muda
- 03 Okt 2025 10:25 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Penyakit kronis yang dulunya banyak menyerang usia lanjut, kini justru mengancam kelompok usia produktif bahkan usia muda. Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Elim Jusri, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Tenriawaru dan RSUD Pancaitana, yang menyoroti semakin banyak pasien cuci darah berusia 20 hingga 30 tahun.
“Sekarang, kasus gagal ginjal tidak lagi hanya pada usia 50 atau 60 tahun. Saya sudah menangani pasien cuci darah di usia 22 tahun, 35 tahun, bahkan lebih muda,” ungkapnya pada rri.co.id Jumat (3/10/2025).
Menurut dr. Elim, penyebab terbanyak gagal ginjal yang berujung pada cuci darah adalah diabetes mellitus atau penyakit kencing manis, disusul hipertensi yang tidak terkontrol. Selain itu, batu pada ginjal dan saluran kemih, keracunan akibat minuman oplosan, hingga kondisi akut tertentu juga dapat merusak fungsi ginjal secara permanen.
Ia menegaskan bahwa anggapan pasien cuci darah tidak akan bertahan lama adalah keliru. “Tidak betul kalau pasien cuci darah umurnya tidak lama. Ada pasien saya sudah 17 tahun rutin cuci darah dan masih bisa beraktivitas di sawah,” jelas dr. Elim.
Lebih lanjut, dr. Elim mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta mengontrol penyakit kronis sejak dini. Hal ini penting agar risiko gagal ginjal dapat ditekan, sehingga usia produktif tidak hilang sia-sia karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....