Kenali Jenis, Kode dan Dampak Plastik Yang Digunakan
- 29 Agt 2025 10:53 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Masifnya penggunaan plastik tidak hanya dipakai untuk perlengkapan rumah tangga dan pembungkus makanan, bahkan wadah penyimpanan atau thinwall pun semakin dicari oleh sebagian besar ibu-ibu rumah tangga. Selain praktis dan murah, thinwall lebih tahan lama dibandingkan kantong plastik.
Tak terkecuali para pemilik usaha makanan yang menggunakannya karena tahan panas, ringan, dan tetap kuat saat digunakan untuk menyimpan makanan. Bentuknya yang kotak memberikan keunggulan tersendiri, terutama untuk kebutuhan stacking (penyusunan bertumpuk), efisiensi ruang, dan tampilan produk yang lebih rapi.
Sayangnya, tak banyak yang tahu atau memperhatikan jenis-jenis plastik yang digunakan, ada produk plastik yang hanya sekali pakai dan ada yang bisa dipakai berulang-ulang. Pada dasarnya, semua jenis plastik memiliki kode tertentu yang dapat mengindikasikan hal tersebut. Berikut penjelasan dari setiap kode plastik yang dikutip dari hellosehat.com ;
1. Kode 01 PET atau PETE
PET (polyethylene terephthalate) sangat umum digunakan untuk minuman dan makanan kemasan, hingga makanan siap saji. Kode plastik ini aman digunakan hanya untuk sekali pakai.
Produk dengan kode plastik ini juga tidak boleh dipakai untuk air panas, memanaskan makanan, atau mendiamkan makanan di bawah sinar matahari. Jika dilakukan, lapisan polimer pada plastik bisa meleleh dan berisiko meningkatkan risiko kanker.
2. Kode 2 HDPE
Kode plastik untuk makanan selanjutnya yaitu kode 2 dengan tulisan HDPE di bawahnya. HDPE (high-density polyethylene) dikenal sebagai salah satu plastik yang paling aman dan stabil, sehingga termasuk plastik food grade.
Selain makanan, kode plastik ini sering digunakan untuk detergen,sampo dan kondisioner. Meski dikatakan lebih stabil, tetapi kode ini tidak untuk digunakan berkali-kali karena akan menyebabkan pelepasan senyawa antimoni trioksida yang juga meningkatkan risiko kanker.
3. Kode 3 PVC dan V
Plastik dengan kode 3 PVC terbuat dari bahan polyvinyl chloride. Biasanya bahan plastik ini digunakan untuk pipa, konstruksi bangunan, produk minyak goreng, dan detergen.
Namun, bahan ini sangat tidak disarankan untuk penggunaan berulang atau penyimpanan makanan yang dipanaskan.
Hal ini karena kandungan DEHA dalam PVC bisa meleleh dan lumer ke makanan jika dipanaskan. Paparan bahan kimia ini bisa menyebabkan penurunan fungsi kekebalan tubuh, gangguan hormon hingga meningkatkan risiko kanker.
4. Kode 4 LDPE
Kode 4 dengan tulisan LDPE di bawahnya termasuk kode botol plastik yang aman.
LDPE (low density polyethylene) memiliki karakter yang lembek dan lentur.
Biasanya bahan ini digunakan untuk mengemas produk fleksibel, seperti botol madu, saus, atau produk yoghurt.
Bahan plastik ini juga sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan atau minuman di dalamnya.
5. Kode 5 dan PP
PP atau polypropylene merupakan kode plastik yang aman karena memiliki daya tahan terhadap panas dan lingkungan sekitar yang tinggi.
Jenis plastik ini kuat terhadap bahan kimia dan memiliki titik leleh tinggi sehingga cocok untuk produk kemasan makanan dan minuman, maka sering ditemukan pada botol minum kemasan ulang, tempat obat, dan botol minum bayi.
Bahan plastik ini juga dapat digunakan dalam microwave dan mesin pencuci piring karena stabilitasnya terhadap suhu tinggi.
6. Kode 6 PS
Sebaiknya hindari penggunaan styrofoam karena termasuk dalam kode 6 PS (polystyrene). Bahan plastik ini sangat tidak dianjurkan sebagai pembungkus makanan terutama membungkus makanan panas dan berminyak.
Salah satu penelitian dalam jurnal Enviroment International mengatakan styrofoam dapat melepaskan bahan kimia berbahaya seperti styrene, terutama saat bersentuhan dengan makanan panas atau berminyak. Styrene adalah bahan kimia yang diduga karsinogenik dan dapat menyebabkan gangguan saraf hingga kerusakan otak jika terpapar dalam jumlah besar.
7. Kode 7 Other atau O
Kode 7 bersimbol “Other” atau “O” merupakan campuran bahan plastik dari acrylic, acrylonitrile butadiene styrene, fiberglass, nylon, polycarbonate, dan polylactic acid.
Plastik ini jarang digunakan untuk wadah makanan dan lebih sering digunakan untuk kacamata, benang nilon, dan alat elektronik karena kode plastik ini umumnya menggunakan BPA yaitu bahan kimia yang bisa larut ke dalam makanan atau minuman, terutama ketika dipanaskan.
BPA telah dikaitkan dengan gangguan hormon, masalah reproduksi, dan risiko kanker.
Kenali Jenis, Kode dan Dampak Plastik Yang Digunakan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....