Meningkatnya Penggunaan AI Picu Lonjakan Kebutuhan Air Dunia

  • 27 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelegence (AI) mengalami peningkatan penggunaan secara masif di berbagai kalangan. Tak hanya dimanfaatkan di dunia kerja, kecerdasan buatan itu pun ramai digunakan oleh mahasiswa hingga anak sekolah untuk beragam kebutuhan.

Kemudahan akses dalam waktu singkat menjadi salah satu daya tarik AI karena dinilai memudahkan dan mempercepat pengerjaan tugas-tugas manusia. Sayangnya, dibalik kemudahan dan kecanggihan teknologi itu, ada hal yang luput dari perhatian banyak orang.

Dikutip dari hmenergi.com, AI ternyata memiliki jejak air (water footprint) yang besar. Fenomena ini bukan sekadar rumor, penelitian dan laporan industri menunjukkan bahwa pengembangan dan pengoperasian AI memang mengonsumsi air dalam jumlah signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, namun tak lantas berdampak langsung pada krisis air.

Setiap kali AI bekerja baik untuk melatih model besar atau menjawab pertanyaan pengguna ribuan server di pusat data menghasilkan panas yang tinggi. Untuk menjaga performa tetap stabil, sebagian besar pusat data menggunakan sistem pendinginan berbasis air.

Air yang dialirkan akan menyerap panas dan kemudian menguap di menara pendingin. Proses penguapan inilah yang membuat air benar-benar hilang dari sistem. Dengan meningkatnya permintaan AI, pusat data bekerja lebih keras dan lebih sering, sehingga kebutuhan air untuk pendinginan juga naik drastis.

Laporan industri bahkan memperkirakan bahwa konsumsi air dari pusat data yang menjalankan AI bisa meningkat hingga lebih dari 1 miliar liter per tahun pada 2028, mencerminkan betapa besar dampaknya jika tidak dikendalikan. Selain pemakaian saat beroperasi, AI juga “menghabiskan” air dalam proses pembuatan perangkat kerasnya.

Chip semikonduktor yang merupakan komponen utama komputer dan GPU yang menjalankan AI, diproduksi melalui proses yang sangat sensitif dan membutuhkan ultrapure water, air dengan tingkat kemurnian ekstrem untuk mencuci wafer silikon.

Setiap tahap pabrikasi dapat menghabiskan ribuan liter air untuk memastikan tidak ada partikel mikroskopis yang mengganggu produksi. Dengan meningkatnya permintaan chip AI dari perusahaan teknologi global, kebutuhan air di pabrik semikonduktor pun semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....