Penggunaan AI adalah Alat Bantu yang Perlu Disikapi Bijak

  • 10 Apr 2026 18:20 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Kecerdasan buatan, atau yang sering kita kenal dengan istilah Artificial Intelegence (AI), kini mulai memainkan peran krusial dalam bidang pendidikan. Kehadirannya dalam proses belajar-mengajar bukan lagi tentang apakah kita menggunakannya tapi lebih kepada bagaimana kita menggunakannya secara bijak dan etis.

Praktisi Pendidikan, Jusria Kadir, S.Sos., M.Pd. menjelaskan tidak bisa lepas dari teknologi dalam kehidupan sekarang adalah sebuah keniscayaan. “Tapi bagaimana para pendidik menyikapi munculnya AI sekarang, kita kembalikan ke misi pendidikan masing-masing karena idealnya AI adalah alat bantu”, jelas Jusria saat dikonfirmasi rri.co.id, Jumat,10 April 2026.

Dijelaskan, alat bantu ini digunakan dengan porsi yang benar atau tidak, itu bergantung pada orang yang menggunakannya. “Pada jenjang PAUD, TK dan SD, fokus utama pendidikan seharusnya pada penguatan karakter, etika, dan keterampilan sosial anak sebelum diperkenalkan secara luas dengan teknologi”, tegasnya.

Hal itu dinilai penting untuk dilakukan agar ketika anak memasuki jenjang selanjutnya mereka dapat menggunakan teknologi dengan baik, bukan menjadi “budak teknologi”. “Untuk SMP atau SMA kita sudah mulai memperkenalkan teknologi, tapi sebagai alat bantu”, jelas Jusria.

Menurutnya, salah satu yang perlu diperhatikan pada penggunaan teknologi adalah mengasah keterampilan sosial pada anak. “Ini yang perlu menjadi perhatian karena secara fitrah, manusia itu makhluk sosial, jangan melupakan ikatan-ikatan sosial yang harus dibangun dengan orang yang ada di sekitar kita”, ujarnya.

Bunda Yus menekankan apabila interaksi sosial tidak terjalin, maka tidak sehat secara fitrah dan kemanusiaan karena kita adalah makhluk sosial. “Jangan sampai hanya karena ingin menjadi siswa yang dianggap modern, dianggap mengikuti zaman tapi tidak berinteraksi secara sosial”, kata Kepala Sekolah SDIT Ar-Rahmah itu.

Dikatakan, peran guru sangat penting untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memastikan AI digunakan secara etis tanpa menghilangkan kemampuan berpikir dan interaksi sosial siswa. “Kalau guru cara mengajarnya masih lebih fokus pada kognitif, itu akan dilibas oleh penggunaan AI”, tambah Bunda Yus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....