Wabup Sinjai Minta Kapus Bergerak Cepat Cegah Stunting

  • 12 Jun 2026 09:18 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai mulai memperketat upaya penanganan stunting dengan meminta setiap kecamatan menunjukkan hasil nyata dalam menekan jumlah kasus. Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sinjai.

Menurut Andi Mahyanto, percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya melalui program rutin, tetapi harus dibuktikan dengan perubahan kondisi di lapangan. Karena itu, seluruh kepala puskesmas diminta memperkuat intervensi terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Ia menegaskan kinerja setiap wilayah akan dievaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas langkah yang telah dilakukan. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden RI terkait percepatan penanganan stunting.

"Saya menegaskan kepada seluruh kepala puskesmas di setiap kecamatan agar melakukan langkah-langkah nyata. Kami akan melakukan evaluasi berkala. Jika tidak ada progres, tentu akan menjadi catatan khusus bagi TPPS," tegasnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Sinjai juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan anak berisiko stunting. Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa diminta aktif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan posyandu dan puskesmas secara rutin. Upaya lain yang menjadi fokus adalah penguatan ketahanan pangan keluarga. Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan didorong mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga.

Salah satu program yang akan diperkuat yakni pemeliharaan ayam skala rumah tangga di desa-desa. Program tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan telur sebagai sumber protein hewani yang mudah diakses masyarakat.

Pemkab Sinjai juga menyoroti pentingnya lingkungan sehat dalam upaya pencegahan stunting. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan diminta mengevaluasi kawasan kumuh yang berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Andi Mahyanto, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan, hingga perbaikan lingkungan. Dengan kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, pemerintah daerah optimistis mampu mempercepat lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....