Dispusip Sinjai Latih 150 Pegiat Literasi Hadapi Hoaks Digital
- 20 Mei 2026 14:28 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sinjai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi di Aula Serbaguna Dispusip Sinjai, Rabu pagi, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026.
Bimtek dibuka langsung Kepala Dispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin dan diikuti sebanyak 150 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai. Peserta terdiri dari pustakawan, guru, serta pegiat literasi yang terlibat aktif dalam pengembangan budaya baca di daerah.
Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi untuk Sama-Samaki Membangun Ekosistem Budaya Baca yang Berkelanjutan”. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat literasi masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Ketua panitia pelaksana, Muh. Ikbal mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami literasi informasi. Mulai dari mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, hingga mengevaluasi dan memanfaatkan sumber informasi yang relevan serta terpercaya.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam mengakses dan mengevaluasi informasi, sekaligus mendorong penggunaan sumber informasi yang kredibel dan terpercaya dalam lingkungan akademik maupun profesi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan serta pegiat literasi Sulawesi Selatan. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan kemampuan literasi informasi dan pemanfaatan teknologi digital secara bijak.
Sementara itu, Kepala Dispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin menegaskan bahwa bimtek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi. Menurutnya, derasnya arus informasi digital saat ini membutuhkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar dan bermanfaat.
“Di era digital saat ini, masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang datang tanpa batas melalui media sosial, internet, maupun berbagai platform digital lainnya. Kondisi ini menghadirkan tantangan besar, seperti maraknya hoaks dan disinformasi,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan literasi di Kabupaten Sinjai. Selain itu, perpustakaan juga diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan inovasi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....