Pemkab Sinjai Minta Mahasiswa Jadi Penggerak Solusi Daerah

  • 19 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai meminta mahasiswa di kawasan timur Indonesia tidak hanya menjadi pengamat, tetapi ikut menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan daerah. Penegasan tersebut disampaikan Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf saat membuka Rakorwil BEM PTMAI Zona VII di UIAD Sinjai, Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, tantangan pembangunan di Indonesia Timur saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan geografis, kesenjangan infrastruktur digital, hingga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dan melakukan transformasi dalam pola pikir maupun gerakan sosialnya.

“Transformasi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Mahasiswa hari ini harus melek teknologi dan mampu bertransformasi secara digital, baik dalam cara berpikir maupun cara bergerak,” katanya.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat membantu pemerintah menghadirkan gagasan dan kritik yang konstruktif. Pemkab Sinjai, kata dia, membutuhkan kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk mengawal kebijakan publik yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Andi Irwansyahrani Yusuf juga menegaskan bahwa forum Rakorwil tidak boleh berhenti sebatas seremoni dan diskusi formal semata. Menurutnya, kegiatan tersebut harus melahirkan rekomendasi dan aksi nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat di Indonesia Timur.

“Jangan hanya menjadi penonton atau sekadar kritikus di media sosial. Forum ini harus melahirkan rekomendasi nyata, tawarkan solusi, lakukan pengabdian, dan buktikan bahwa mahasiswa adalah agent of change yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia berharap Rakorwil BEM PTMAI Zona VII menjadi momentum memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa berbasis nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Selain itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin muda yang adaptif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan Rakorwil dan Dialog Nasional tersebut diikuti delegasi mahasiswa dari Sulawesi, Papua, Maluku, dan Maluku Utara. Forum berlangsung selama dua hari di Auditorium H. Amir Said Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....