Serangan OPT Ancam, Pemkab Pinrang Lakukan Penyemprotan Massal
- 17 Apr 2026 22:47 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Pinrang - Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mengintensifkan upaya pencegahan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) guna menjaga produktivitas pertanian masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyemprotan pada lahan pertanian yang masih dalam fase pertumbuhan dan belum terdampak hama.
Langkah ini menjadi penting karena pada musim tanam kali ini, serangan OPT telah berdampak pada sekitar 1.310 hektar lahan pertanian di sejumlah kecamatan, yang turut memicu penurunan produksi. Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, yang turun langsung dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa penyemprotan dini merupakan strategi efektif untuk menekan dampak serangan hama, selama dilakukan dengan waktu dan dosis yang tepat.
“Ini adalah bentuk perlindungan terhadap lahan pertanian masyarakat. Jika dilakukan secara tepat, kita optimis dampak serangan OPT dapat diminimalisir sehingga produktivitas tetap terjaga,” ujarnya, Kamis, (16/4/2026).
Selain itu, Sudirman menegaskan bahwa penurunan produksi di lahan terdampak akan menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan merumuskan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang pada musim tanam berikutnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi. Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman OPT.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, mengatakan bahwa langkah penyemprotan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian dini untuk menekan potensi penyebaran OPT di lapangan. “Kami melakukan penyemprotan pada lahan yang belum terdampak sebagai langkah antisipasi. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi di lapangan, termasuk cuaca dan tingkat serangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada petani agar penanganan OPT dapat dilakukan secara lebih tepat. “Pendampingan oleh penyuluh terus kami lakukan, sehingga petani bisa menyesuaikan langkah pengendalian sesuai kondisi masing-masing lahan,” tambahnya.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap risiko gagal panen dapat ditekan, produktivitas pertanian tetap terjaga, serta ketersediaan pangan masyarakat tetap aman demi menjaga asa menuju swasembada pangan daerah, provinsi maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....