Tahun 2026 Kuota Bedah Rumah di Sinjai Naik Jadi 230 Unit
- 31 Mar 2026 21:23 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai meningkatkan kuota bantuan bedah rumah pada tahun 2026 menjadi 230 unit. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya 90 unit.
Peningkatan kuota tersebut merupakan hasil koordinasi langsung Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Upaya ini dilakukan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat akan hunian layak.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Tata Ruang Sinjai, Andi Syarifuddin, mengatakan tambahan kuota ini menjadi capaian penting. Sinjai tetap mendapatkan alokasi bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, berkat upaya Ibu Bupati yang berkoordinasi dengan kementerian, Sinjai memperoleh tambahan kuota,” ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, di Sulawesi Selatan hanya 13 kabupaten yang menerima bantuan tersebut. Sinjai menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Saat ini, proses verifikasi calon penerima bantuan masih berlangsung.
Tim dari Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Wilayah III turun langsung ke lapangan. Penetapan penerima mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Sasaran program ini adalah masyarakat pada kategori desil 1 hingga 6. “Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bupati Sinjai menegaskan peningkatan kuota ini merupakan komitmen pemerintah daerah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian layak. “Kami berharap program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang berhak menerima,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Hal ini untuk memastikan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terus meningkat. “Kami akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama kebutuhan tempat tinggal layak,” tegasnya.
Program bedah rumah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah juga menilai program ini sebagai langkah berkelanjutan dalam pembangunan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....