Jamaah Bone Apresiasi Inovasi Pelayanan Haji Tahun 2026

  • 24 Jun 2026 09:14 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Jamaah haji asal Kabupaten Bone mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang diterapkan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Sejumlah kemudahan yang diberikan membuat jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.

Salah satu jamaah Haji 2026 yang juga dipercaya sebagai ketua rombongan kloter 1 Bone, H. Abdurahim Riduang, S.Ag., M.H.I., mengatakan salah satu pelayanan yang paling dirasakan manfaatnya adalah penerapan sistem murur dan tanazul. Melalui sistem tersebut, jamaah tidak perlu lagi bermalam di Muzdalifah, melainkan hanya melintas sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina.

Di Mina, jamaah juga memperoleh fasilitas yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tenda yang dilengkapi pendingin udara dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi jamaah meski kondisi di lokasi cukup padat.

“Alhamdulillah kami sangat merasakan kenyamanan. Tahun ini ada murur dan tanazul, sehingga kami tidak lagi turun di Muzdalifah dan langsung menuju Mina. Di Mina juga kami nyaman karena ada AC dan tenda yang memadai,” kata Abdurahim saat berbincang bersama RRI Bone, Selasa, 23 Juni 2026.

Selain itu, layanan transportasi menuju lokasi lontar jumrah juga menjadi perhatian jamaah. Menurutnya, penyediaan bus antar jemput dari Mina menuju kawasan Jamarat sangat membantu, terutama bagi jamaah lanjut usia yang sebelumnya harus berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.

“Itulah salah satu pelayanan yang kami sangat apresiasi. Kami tidak lagi berjalan kaki untuk melontar jumrah, tetapi diantar menggunakan bus dan setelah itu kembali ke hotel,” ujar Abdurahim.

Abdurrahim juga menilai proses kedatangan jamaah di Arab Saudi berlangsung lebih cepat karena pemeriksaan dokumen dan biometrik telah dilakukan sebelum keberangkatan dari Indonesia. “Kami hanya satu kali sidik jari dan pemeriksaan paspor di Makassar. Setelah tiba di Arab Saudi, kami langsung naik bus menuju hotel. Banyak kemudahan yang diberikan tahun ini,” ucapnya.

Abdurahim mengaku sempat ragu terhadap kesiapan penyelenggara pada masa awal transisi pengelolaan haji ke Kementerian Haji dan Umrah. Namun, menurutnya, pengalaman petugas serta kolaborasi dengan pemerintah Arab Saudi membuat seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. “Awalnya kami bertanya-tanya apakah bisa menangani jamaah sebanyak ini. Alhamdulillah, berkat pengalaman dan kerja sama semua pihak, pelayanan berjalan baik dan jamaah merasa puas,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....