Makna Haji Menuntun Transformasi Moral dan Spiritual Umat

  • 21 Mei 2026 11:52 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang mengajarkan kesadaran moral dan kedekatan manusia kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bone, Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., CPSM., Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, haji merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan reorientasi hidup dari orientasi duniawi menuju orientasi ukhrawi. Ia menilai, seluruh rangkaian ibadah haji memiliki makna mendalam yang bukan hanya sebatas memenuhi rukun ibadah semata.

“Aspek haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan psikis, emosional, finansial hingga spiritual. Haji mengajarkan manusia mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kalimat talbiyah “Labbaykallahumma labbayk” yang dikumandangkan jemaah merupakan simbol kesiapan manusia memenuhi panggilan Allah SWT. Talbiyah, kata dia, harus diwujudkan tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari.

“Talbiyah adalah bentuk kesadaran bahwa setiap aktivitas manusia sejatinya merupakan respons atas panggilan Tuhan. Karena itu, nilai-nilai ibadah harus tercermin dalam kehidupan sosial,” katanya.

Selain itu, ihram yang dikenakan jemaah juga mengandung pesan kesederhanaan dan pengendalian diri. Dua lembar kain putih tanpa jahitan menjadi simbol bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk fana yang harus meninggalkan kesombongan dan sifat egois.

Menurut Dr. Asriady, prosesi thawaf mengelilingi Ka’bah juga mengajarkan manusia agar menjadikan Allah SWT sebagai pusat orientasi hidup. “Thawaf menggambarkan harmoni kehidupan. Manusia diajak meninggalkan kepentingan ego dan mengarahkan seluruh hidupnya kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ia menambahkan, haji yang mabrur tercermin dari perubahan moral setelah kembali dari Tanah Suci. Keberhasilan ibadah haji, lanjutnya, tidak diukur dari gelar semata, tetapi dari sikap dan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. “Haji mabrur ditandai dengan hadirnya pribadi yang lebih santun, lebih beradab, serta mampu membawa ketenteraman bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....