Sistem Layanan Syarikah Baru Jadi Tantangan Haji 2025
- 25 Mei 2025 16:22 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Peningkatan jumlah jemaah lansia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 ini bukanlah satu-satunya pembeda dengan penyelenggaraan haji sebelumnya. Tim medis, dr. Andi Rizki Tenryayu mengatakan sistem layanan haji tahun ini ditangani oleh sistem syarikah.
Yang membuatnya berbeda adalah sebelumnya pemerintah Arab Saudi hanya menunjuk 1 atau 2 syarikah saja untuk menangani akomodasi, konsumsi dan transportasi jemaah haji selama di Arab Saudi. “Tapi tahun ini, dalam 1 kloter rata-data dikelola oleh 2 hingga 5 syarikah. Jarang sekali 1 kloter yang dihandle 1 atau 2 syarikah”, tutur dr. Rizki kepada rri.co.id, minggu (25/5/2025).
Kepala UPT PKM Patimpeng itu menjelaskan tujuan awal sistem tersebut adalah agar kontraknya jelas, layanan dapat lebih profesional dan terstruktur, tapi implementasinya di lapangan menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya bagi kloter yang terbagi menjadi beberapa syarikah.
Adapun tantangannya, seperti satu, bisa terjadi perbedaan lokasi hotel sehingga jemaah pun harus terpisah karena lokasi hotelnya tidak sama. “Dua, jemaah terpisah dengan anggota keluarganya. Misalnya di kloter 2 Bone, ada pendamping yang terpisah dengan jemaah yang didampingi, padahal tujuannya berangkat untuk mendampingi lansianya”, jelas dokter umum itu.
Ditambahkan dr. Rizki, tantangan yang ke tiga, tenaga kesehatan (nakes) kesulitan melakukan monitoring kesehatan jemaah serta jarak hotel yang jauh juga dapat menghambat pendistribusian obat.
Diketahui, dalam konteks haji, syarikah merujuk pada perusahaan atau lembaga yang membantu dan bertanggung jawab untuk menyediakan seluruh layanan dan kebutuhan jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji, seperti layanan akomodasi, transportasi, dan logistik. Adapun pada musim haji 2025 syarikah yang ditunjuk untuk melayani pergerakan jemaah RI, diantaranya Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, dan Sana Mashariq bersama lima syarikah lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....