Jemaah Haji Lansia Dapatkan Perhatian Ekstra

  • 25 Mei 2025 16:16 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Tingginya persentase jemaah lanjut usia (lansia) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi tim pendamping, khususnya tim medis. Namun itu bukan halangan bagi tim medis untuk memaksimalkan pelayanan bagi jemaah selama berada di tanah suci.

Salah seorang tim medis, dr. Andi Rizki Tenryayu yang bertugas mendampingi jemaah di kloter 9 (UPG) / kloter 2 bone mengungkapkan dari total 393 orang jemaah, sekitar 31 % atau 122 orang diantaranya adalah lansia. “Sejauh ini secara umum, kondisi jemaah yang kami dampingi stabil, tapi mengingat tingginya persentase lansia, kami dari tim pendamping harus tetap memberikan perhatian ekstra” jelasnya saat dikonfirmasi rri.co.id, minggu (25/5/2025).

Perhatian itu dikatakan dr. Rizki, diwujudkan dalam hal edukasi kesehatan, pemberian cairan pada jemaah yang mengalami dehidrasi, memantau mobilitas jemaah yang menggunakan kursi roda, serta management penyakit kronis dengan memberikan pengobatan dan terapi tuk penderita hipertensi dan diabetes.

Dikatakan dr. Rizki, lansia umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lemah, terlebih apabila disertai dengan penyakit penyerta (komorbid) dan gangguan mobilitas (sulit berjalan) sehingga tim medis bekerja intensif untuk memberikan obat secara terjadwal untuk mencegah kambuhnya penyakit. Kami juga melakukan visitasi secara berkala serta memberikan edukasi dan support untuk menguatkan mental para jemaah.

“Jemaah lansia ini ‘kan sensitif, jadi kami harus aktif dan suportif karena mereka rentan cemas, lelah dan semangatnya juga naik turun. Oleh karena itu selain bantuan medis, kami juga membantu untuk menguatkan mental mereka agar tetap semangat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji”, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....