Mewah dan Nyentrik, Tradisi Bugis Usai Berhaji
- 19 Mei 2025 16:30 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Suku Bugis memang punya keunikan tersendiri yang menjadikannya berbeda dengan etnis lainnya di Indonesia. Sama halnya dengan tradisi mereka saat pulang ke tanah air pasca menyelesaikan semua rangkaian ibadah hajinya di tanah suci Mekkah.
Jamaah haji wanita asal Sulawesi Selatan tampil beda dengan bersolek, berpakaian terang sambil mengenakan perhiasan emas dari lengan hingga leher yang membuat mereka terlihat mencolok dari jemaah dari daerah lain. Sedangkan jemaah haji pria memilih mengenakan gamis panjang atau jubah panjang (thawb) dan penutup kepala (kheffiyeh) ala Raja Salman.
Fenomena pakaian mewah dan nyentrik ini sudah menjadi bagian dari budaya dan tradisi turun-temurun di Sulawesi Selatan. Bukan tanpa alasan, mereka meyakini hal itu sebagai simbol memuliakan ibadah haji, karena tidak semua orang dapat pergi ke Tanah Suci, sehingga dianggap sebagai sebuah pencapain.
Ustadz Dr. Abu Bakar, M.Pd. menilai tradisi ini sebagai ekspresi kebahagiaan dan wujud syukur mereka karena telah menunaikan ibadah haji. “Saya kira selama mereka mampu menjaga diri, perilaku dan auratnya, maka itu tidak menjadi masalah," ungkap Abu Bakar saat dikonfirmasi rri.co.id, minggu (18/5/2025).
Dosen Pendidikan Agama Islam IAIN Bone itu menegaskan dalam agama, kita tidak diperbolehkan berlebih-lebihan dalam hal apapun apalagi jika sampai menimbulkan kesombongan dalam diri kita. “Ketika kita mengandalkan pakaian, perhiasan atau gelar yang kita punya, maka itulah yang dilarang dalam Islam”, tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....