Bakar Sampah Berujung Duel Senjata Tajam di Bone

  • 20 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.BONE — Perselisihan akibat aktivitas pembakaran sampah berujung perkelahian menggunakan senjata tajam di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu 19 September 2026. Insiden tersebut melibatkan dua pria yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga, yakni SB (38) dan A Muh Agus. Keduanya mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis setelah terlibat pertikaian sebanyak dua kali.

Informasi awal menyebutkan, persoalan bermula ketika SB membakar sejumlah sampah atau perabot rumah tangga di sekitar kediamannya. Aktivitas tersebut membuat warga khawatir lantaran api dikhawatirkan merembet dan membahayakan lingkungan sekitar.

Warga kemudian berupaya memadamkan kobaran api. Situasi disebut memanas setelah SB diduga tidak terima dengan tindakan tersebut dan mengejar anak A Muh Agus. Mendengar kejadian itu, A Muh Agus keluar dari rumah. Perselisihan kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga warga meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengendalikan situasi.

Personel Polsek yang tiba di lokasi berhasil meredakan pertikaian. Setelah keadaan dianggap kondusif, petugas meninggalkan tempat kejadian. Namun, ketegangan kembali terjadi tidak lama kemudian. SB diduga mendatangi kembali A Muh Agus dan terjadi pertikaian lanjutan yang melibatkan senjata tajam.

Dalam kejadian tersebut, SB diduga menikam A Muh Agus hingga mengalami luka pada bagian perut. A Muh Agus kemudian mengambil sebilah parang dan melakukan perlawanan. A Muh Agus diduga menebas SB menggunakan parang hingga menyebabkan luka terbuka pada bagian kepala. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan kepada keduanya.

Kedua pria tersebut selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialami. Pasca kejadian, personel URC Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bone mendatangi lokasi. Polisi melakukan pengamanan sekaligus meminta keterangan sejumlah warga untuk mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Ia menyebut kedua pihak yang terlibat berdasarkan informasi awal masih memiliki hubungan keluarga. “Benar, ada peristiwa penganiayaan di Kecamatan Cina. Informasi awal, terduga pelaku dan korban ini masih memiliki hubungan keluarga. Untuk kronologis lengkapnya, anggota masih di lapangan melakukan full baket,” ujar AKP Ananda Gunawan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian, mulai dari pemicu perselisihan hingga peran masing-masing pihak dalam penggunaan senjata tajam yang menyebabkan keduanya mengalami luka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....