Patroli Gabungan Gagalkan Tawuran Delapan Remaja di Bone

  • 07 Jun 2026 09:13 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Tim patroli gabungan dari Brimob Batalyon C Pelopor dan Sat Samapta Polres Bone menggagalkan rencana aksi tawuran yang diduga akan dilakukan sekelompok remaja di Jalan Gunung Klabat, Kota Watampone, Sabtu 6 Juni 2026, malam.Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan remaja laki-laki berusia antara 13 hingga 16 tahun beserta sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, anak panah busur, minuman keras, dan kendaraan bermotor.

Penggagalan aksi itu bermula saat tim patroli gabungan yang dipimpin KBO Sat Samapta Polres Bone, Iptu Sakwan, melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Watampone.

Saat melintas di kawasan sekitar SMP Negeri 2 Watampone, petugas menemukan sekelompok remaja yang berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan. Tim yang turut melibatkan Danton 3 Kompi 1 Batalyon C Brimob, Ipda Muh. Tahir, dan Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Bone, Aiptu Muhammad Rasyid, kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi.

Dari hasil penggeledahan dan penelusuran di sekitar tempat kejadian, petugas menemukan empat bilah parang, satu sabit, tiga anak busur, satu botol minuman keras, serta lima unit sepeda motor yang diduga akan digunakan dalam aksi perang kelompok.

Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga membawa delapan remaja yang berada di lokasi guna menjalani pemeriksaan.

Karena masih berstatus anak di bawah umur, identitas lengkap para remaja tersebut tidak dipublikasikan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kasat Samapta Polres Bone, Kompol Muh. Tahir, mengatakan keberhasilan penggagalan tawuran itu merupakan hasil kesiapsiagaan patroli gabungan yang secara rutin dilakukan di wilayah Bone.

“Patroli gabungan ini kami laksanakan secara rutin dan intensif untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan jalanan. Kami tidak akan membiarkan tindakan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat, apalagi yang melibatkan anak-anak remaja,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin dengan masih adanya remaja yang terlibat dalam rencana aksi tawuran dan menguasai senjata tajam. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak.

“Kami berharap orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat dapat bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.

Setelah proses pengamanan selesai, kedelapan remaja bersama barang bukti diserahkan ke SPKT Polres Bone untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Resum Satreskrim Polres Bone guna mengungkap motif, latar belakang, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rencana aksi tawuran tersebut.

Polres Bone menegaskan akan terus meningkatkan patroli gabungan di sejumlah titik yang dianggap rawan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kabupaten Bone.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....