Polres Bone Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Bainang
- 21 Mei 2026 11:41 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, BONE — Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone masih mendalami kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang warga Desa Bainang, Kecamatan Palakka, berinisial NU (55). Korban diduga dianiaya secara bersama-sama oleh sejumlah warga di Desa Paccing, Kecamatan Awangpone. Kasus tersebut kini dalam penanganan intensif aparat kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Bone, Alvin Aji Kurniawan, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan keluarga korban serta beredarnya video kejadian di media sosial. “Kami dari Sat Reskrim dibantu Intelkam Polres Bone telah mengamankan satu orang terduga pelaku penganiayaan secara bersama-sama tadi malam. Terduga berinisial A dan saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik,” ujar AKP Alvin, Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Alvin, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan laporan keluarga korban dan video yang beredar, korban diduga mengalami penganiayaan secara bersama-sama oleh beberapa orang.
Terkait informasi bahwa korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Alvin menegaskan hingga kini pihak keluarga menyebut korban tidak memiliki rekam medis terkait kondisi tersebut.
“Namun kami masih akan memanggil keluarga korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kondisi korban,” katanya.
Saat ini korban masih menjalani perawatan oleh pihak keluarga, sementara terduga pelaku terus diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bone. “Laporan dari korban tetap akan kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambah Alvin.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada 17 Mei 2026. Korban disebut sempat diamankan warga setelah diduga mengamuk dan melakukan pengrusakan di sebuah pabrik penggilingan padi di Desa Paccing.
Saat diamankan, korban disebut membawa senjata tajam berupa pisau yang terselip di pinggangnya sehingga warga menggunakan tindakan fisik ketika melakukan evakuasi karena korban disebut memberontak dan merusak sejumlah barang di lokasi kejadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....